Kualitas tidur buruk pada lansia berdampak signifikan pada gangguan fisik dan mental termasuk gangguan konsentrasi, kecemasan dan meningkatkan resiko penyakit kronis dan demensia yang keseluruhan berdampak pada menurunnya kualitas hidup lansia. Kecemasan seringkali menjadi pemicu kekhawatiran negatif dan berlebihan sehingga banyak orang yang tidak dapat menenangkan pikirannya sehingga tidak bisa tidur dengan nyenyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada lansia di Ruang Penyakit Dalam Aulia Hospital. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan pada tanggal 28-30 Januari 2026 dengan jumlah sampel 56 lansia dengan menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner tingkat kecemasan GAS (25 item dinyatakan valid dengan hasil alpha cronbach 0,8 dan realibilitas total 0,905 dan pada kuesioner kualitas tidur PSQI dinyatakan sudah valid dengan hasil r-alpha 0,837 > 0,844. Analisis data yang digunakan yaitu univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil Analisis univariat didapatkan 35 lansia (62,5%) pada kategori kecemasan berat dan 38 lansia (67,9%) dengan kualitas tidur buruk. Hasil uji statistik didapatkan hasil p value = 0,005 yang artinya ada hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada lansia. Terdapat hubungan signifikan antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada lansia di Poliklinik Penyakit Dalam Aulia Hospital tahun 2026. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan informasi dan referensi bacaan bagi para tenaga kesehatan terutama perawat dalam menangani tingkat kecemasan dan kualitas tidur pada lansia.