p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Currency
Amir Salim
Fakultas Bisnis Syariah, Universitas Indo Global Mandiri

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS PRAKTIK JUAL BELI PAKAIAN BEKAS THRIFTING MENURUT PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (STUDI KASUS DI PASAR 16 ILIR KOTA PALEMBANG) Adelia Anjani Safitri; Amir Salim; Waldi Nopriansyah
Currency (Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah) Vol. 5 No. 1 (2026): Currency
Publisher : LP2M AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/currency.v5i1.1984

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik jual beli pakaian bekas (Thrifting) di Pasar 16 Ilir Kota Palembang berdasarkan Perspektif Ekonomi Islam. Fenomena Thrifting saat ini berkembang sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan sandang masyarakat karena menawarkan harga yang lebih terjangkau serta mendukung pola konsumsi berkelanjutan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan normatif-empiris. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi wawancara, dan dokumentasi terhadap pedagang serta konsumen, pakaian bekas di Pasar 16 Ilir. Hasil penelitian menunjukan bahwa praktik Thrifting dilakukan melalui penjualan eceran dan grosir, dengan mekanisme penyortiran barang berdasarkan kualitas dan kelayakan sebelum dipasarkan kepada konsumen. Dalam Perspekif Ekonomi Islam, praktik jual beli pakaian bekas diperbolehkan selama memenuhi rukun dan syarat jual beli, seperti adanya kerelaan kedua belah pihak, kejelasan objek transaksi, serta terhindar dari unsur gharar, penipuan, dan ketidakadilan. Meskipun demikian masih ditemukan beberapa kendala seperti kurangnya transparansi kondisi barang, kebersihan pakaian, dan ketidakjelasan asal produk. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik Thrifting di Pasar 16 Ilir dapat dikategorikan sesuai dengan prinsip syariah apabila dilakukan secara jujur, terbuka, dan memberikan kemaslahatan bagi masyarakat.
PENGARUH STRATEGI PEMASARAN DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP PENINGKATAN PENJUALAN USAHA TELUR ASIN DI KECAMATAN SEBERANG ULU KOTA PALEMBANG Jumaria Jumaria; Chandra Satria; Saprida Saprida; Amir Salim
Currency (Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah) Vol. 5 No. 1 (2026): Currency
Publisher : LP2M AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/currency.v5i1.1986

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya efektivitas strategi pemasaran dan kualitas pelayanan pada usaha telur asin di Kecamatan Seberang ulu kota Palembang yang berdampak pada fluktuasi penjualan dan rendahnya daya saing usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh strategi pemasaran dan kualitas pelayanan terhadap peningkatan penjualan usaha telur asin. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, melibatkan 45 responden pelaku usaha telur asin yang dipilih sebagai sampel penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan observasi, sedangkan analisis data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, regresi linear berganda, uji multikolinearitas, uji t, uji f, dan uji koefisien determinasi dengan bantuan IBM SPSS versi 30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran berpengaruh negative namun signifikan terhadap peningkatan penjualan dengan koefisien regresi sebesar 0,460, sedangkan kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien 0,284. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap peningkatan penjualan dengan nilai R Square sebesar 0,817. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas pelayanan menjadi faktor yang lebih dominan dalam layanan dan penjualan, sehingga pelaku usaha perlu meningkatkan kualitas layanan dan mengoptimalkan strategi pemasaran unruk memperkuat daya saing usaha.
ANALISIS KEBIJAKAN ASPIRATIF ANGGOTA DPD RI DALAM PEMBERDAYAAN UMKM DI PALEMBANG Wiwin Wiwin; Doly Nofiansyah; Chandra Satria; Amir Salim
Currency (Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah) Vol. 5 No. 1 (2026): Currency
Publisher : LP2M AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/currency.v5i1.2157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan aspiratif Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dalam mendukung pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai proses implementasi kebijakan di lapangan. Informan penelitian terdiri atas Anggota DPD RI, staf ahli, tenaga administrasi, dan pelaku UMKM yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa. Analisis implementasi kebijakan mengacu pada teori George C. Edward III yang meliputi dimensi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan aspiratif telah diwujudkan melalui kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat, pelatihan kewirausahaan, pendampingan UMKM, fasilitasi akses permodalan, serta penguatan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Keberhasilan implementasi didukung oleh komunikasi yang efektif, komitmen para pelaksana, partisipasi masyarakat, dan sinergi antar lembaga. Namun demikian, implementasi kebijakan masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain keterbatasan anggaran, belum optimalnya pendampingan usaha, rendahnya literasi digital sebagian pelaku UMKM, serta koordinasi lintas sektor yang belum berjalan secara maksimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi kebijakan aspiratif Anggota DPD RI memberikan kontribusi dalam memperkuat kapasitas dan pemberdayaan UMKM di Kota Palembang. Oleh karena itu, diperlukan penguatan koordinasi antar lembaga, peningkatan kapasitas sumber daya, serta pendampingan yang berkelanjutan agar implementasi kebijakan dapat memberikan dampak yang lebih optimal terhadap pengembangan UMKM.