Perkembangan teknologi informasi telah mendorong digitalisasi layanan pariwisata, termasuk dalam proses perencanaan perjalanan. Wisatawan sering kali mengalami kendala pada saat berwisata terkait dengan ketidakpastian kondisi cuaca yang dapat memengaruhi kenyamanan, keamanan, dan efektivitas perjalanan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem informasi perencanaan wisata yang terintegrasi dengan data prakiraan cuaca berbasis web. Metode penelitian menerapkan pendekatan Software Development Life Cycle (SDLC) dengan model Iterative Waterfall yang dimodifikasi, yang terdiri atas tahap studi kelayakan, analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan terbatas. Sistem dikembangkan menggunakan Laravel, Tailwind CSS, MySQL, serta OpenWeatherMap API untuk menampilkan informasi prakiraan cuaca pada destinasi wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu menyediakan fitur pencarian dan filter destinasi, informasi detail destinasi, prakiraan cuaca, penyusunan itinerary, rating dan ulasan, fitur berbagi destinasi, serta pengelolaan data oleh administrator. Pengujian alpha melalui 79 unit test case dan 25 integration test case memperoleh tingkat keberhasilan 100%. Sementara itu, beta testing berbasis kualitatif menunjukkan bahwa responden memberikan tanggapan positif terhadap kemudahan penggunaan, kelengkapan informasi, dan manfaat integrasi prakiraan cuaca dalam mendukung perencanaan perjalanan. Tahap pemeliharaan terbatas dilakukan dengan memperbaiki temuan pengujian, seperti responsivitas tombol edit rencana dan penyesuaian informasi total hari perjalanan. Dengan demikian, sistem yang dikembangkan dapat menjadi solusi pendukung perencanaan wisata yang lebih informatif, adaptif, dan efisien.