Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh beban kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja guru di MTs dan MA Ansoriyah Bojonggambir. Dengan pendekatan kuantitatif dan metode survei, data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 44 guru, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik beban kerja maupun lingkungan kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru, dengan nilai Fhitung 46,096 lebih besar dari Ftabel 3,22 dan tingkat signifikansi 0,000. Secara parsial, beban kerja (thitung 3,081 > ttabel 2,019; sig. 0,004) dan lingkungan kerja (thitung 2,698 > ttabel 2,019; sig. 0,010) juga berpengaruh signifikan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,692 menunjukkan bahwa 69,2% variasi kinerja guru dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dengan mengkaji simultan pengaruh beban kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja guru di madrasah, yang masih terbatas dalam penelitian sebelumnya. Temuan ini penting untuk kajian Manajemen Sumber Daya Manusia di pendidikan dan dapat dijadikan dasar bagi pembuatan kebijakan pembagian tugas dan penciptaan lingkungan kerja yang kondusif di sekolah, guna meningkatkan kinerja guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh beban kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja guru di MTs dan MA Ansoriyah Bojonggambir. Dengan pendekatan kuantitatif dan metode survei, data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 44 guru, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik beban kerja maupun lingkungan kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru, dengan nilai Fhitung 46,096 lebih besar dari Ftabel 3,22 dan tingkat signifikansi 0,000. Secara parsial, beban kerja (thitung 3,081 > ttabel 2,019; sig. 0,004) dan lingkungan kerja (thitung 2,698 > ttabel 2,019; sig. 0,010) juga berpengaruh signifikan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,692 menunjukkan bahwa 69,2% variasi kinerja guru dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dengan mengkaji simultan pengaruh beban kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja guru di madrasah, yang masih terbatas dalam penelitian sebelumnya. Temuan ini penting untuk kajian Manajemen Sumber Daya Manusia di pendidikan dan dapat dijadikan dasar bagi pembuatan kebijakan pembagian tugas dan penciptaan lingkungan kerja yang kondusif di sekolah, guna meningkatkan kinerja guru.