Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Intrinsic Motivation as Mediation Between Organizational Justice and Organizational Citizenship Behavior (Study on Employees of PDAM Tirta Anom, Banjar City) Adi Muhammad Nur Ihsan
Jurnal Syntax Admiration Vol. 4 No. 8 (2023): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v4i8.693

Abstract

The purpose of this research is to determine the influence of procedural justice, interactional justice, and intrinsic motivation on Organizational Citizenship Behavior (OCB). The respondents in this study are employees of PDAM Tirta Anom Kota Banjar. The number of respondents in this study was determined using the Slovin method, and a total of 73 respondents were included. Based on the research findings and data analysis using multiple regression, the following conclusions can be drawn: (1) procedural justice does not have an effect on intrinsic motivation, (2) interactional justice does not have an effect on intrinsic motivation, (3) procedural justice has a positive effect on OCB, (4) interactional justice does not have an effect on OCB, (5) intrinsic motivation does not mediate the relationship between procedural justice and OCB, (6) intrinsic motivation does not mediate the relationship between interactional justice and OCB. Considering these results, there is a need for improvement in treating employees fairly. This fairness can be in the form of both procedural and interactional justice. This will enhance employees' perception of fairness and encourage positive behavior. Additionally, the company should create a conducive work environment, including favorable working conditions and mutual support among employees, in order to enhance positive employee behavior that supports the company's performance.
Superior Community Empowerment and Family Management Technology in Overcoming FOMO in Cigalontang Tasikmalaya Village Residents Ujang Eri Jaenudin; Dheri Febiyani lestari; Isyana Rahayu; Raisa Hillia Aini Syifa; Adi Muhammad Nur Ihsan; Sri Sudiarti; Herdiyanti; Heidi Siddiqa; Taupik Akbar
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2024): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v7i3.5091

Abstract

Within the scope of the village, FOMO (Fear of Missing Out) can appear as concerns about being left behind in social and economic development, such as not being able to keep up with new trends or not benefiting from government programs introduced in other areas. This community service aims to provide training regarding superior community empowerment in optimizing family management technology to overcome FOMO and integrate family education for the residents of Kampung Ngenol, Cigalontang Village, Tasikmalaya. The research method used is to provide counseling or training. The results of the service have succeeded in increasing community empowerment through optimizing family management technology which can help overcome FOMO and integrate family education in village communities.  This is demonstrated by increasing public understanding and awareness of the importance of family management, the use of appropriate technology, and the integration of family education in everyday life.
Peningkatan Kapasitas SDM Pengelola Wisata Melalui Pelatihan Manajemen Pariwisata Pantai di Desa Cimanuk: Pengabdian Adi Muhammad Nur Ihsan; Arif Muhamad Nurdin; Yudi Setia Rachmanda; Ardhiansyah; Muhammad Marsa Rizqulloh; Gina Agustina; Aditia Abdurachman; Rafi Hafizhni Anggia; Aldy Agustian; Dede Riswandi; Ramdani Alfalah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6043

Abstract

Pantai Padabumi di Desa Cimanuk memiliki potensi wisata yang besar, namun pengelolaannya membutuhkan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi dengan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas SDM pengelola wisata, khususnya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), melalui pelatihan manajemen pariwisata pantai. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap observasi, penyuluhan, dan diskusi interaktif yang melibatkan kolaborasi antara dosen dan mahasiswa. Kegiatan pelatihan ini dihadiri oleh sekitar 49 orang peserta yang terdiri dari anggota Pokdarwis dan warga setempat. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan dari masyarakat pegiat wisata terkait ketahanan pariwisata yang berkelanjutan. Antusiasme peserta sangat terlihat pada sesi diskusi, terutama saat mengkaji isu-isu krusial seperti praktik tata kelola pariwisata yang ideal, resolusi konflik kepentingan, serta strategi pengelolaan keterbatasan anggaran wisata. Tingginya partisipasi aktif ini mengindikasikan bangkitnya kembali gairah dan komitmen masyarakat dalam mengoptimalkan potensi wisata di wilayah mereka. Sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat ini diharapkan menjadi fondasi kuat untuk tata kelola pariwisata Pantai Padabumi yang lebih baik.
Pengaruh Beban Kerja Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Guru (Studi Pada Guru MTs dan MA Ansoriyah Bojonggambir) Yusup Mubinudin; Adi Muhammad Nur Ihsan
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v5i1.1465

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh beban kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja guru di MTs dan MA Ansoriyah Bojonggambir. Dengan pendekatan kuantitatif dan metode survei, data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 44 guru, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik beban kerja maupun lingkungan kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru, dengan nilai Fhitung 46,096 lebih besar dari Ftabel 3,22 dan tingkat signifikansi 0,000. Secara parsial, beban kerja (thitung 3,081 > ttabel 2,019; sig. 0,004) dan lingkungan kerja (thitung 2,698 > ttabel 2,019; sig. 0,010) juga berpengaruh signifikan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,692 menunjukkan bahwa 69,2% variasi kinerja guru dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dengan mengkaji simultan pengaruh beban kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja guru di madrasah, yang masih terbatas dalam penelitian sebelumnya. Temuan ini penting untuk kajian Manajemen Sumber Daya Manusia di pendidikan dan dapat dijadikan dasar bagi pembuatan kebijakan pembagian tugas dan penciptaan lingkungan kerja yang kondusif di sekolah, guna meningkatkan kinerja guru.   Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh beban kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja guru di MTs dan MA Ansoriyah Bojonggambir. Dengan pendekatan kuantitatif dan metode survei, data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 44 guru, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik beban kerja maupun lingkungan kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru, dengan nilai Fhitung 46,096 lebih besar dari Ftabel 3,22 dan tingkat signifikansi 0,000. Secara parsial, beban kerja (thitung 3,081 > ttabel 2,019; sig. 0,004) dan lingkungan kerja (thitung 2,698 > ttabel 2,019; sig. 0,010) juga berpengaruh signifikan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,692 menunjukkan bahwa 69,2% variasi kinerja guru dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dengan mengkaji simultan pengaruh beban kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja guru di madrasah, yang masih terbatas dalam penelitian sebelumnya. Temuan ini penting untuk kajian Manajemen Sumber Daya Manusia di pendidikan dan dapat dijadikan dasar bagi pembuatan kebijakan pembagian tugas dan penciptaan lingkungan kerja yang kondusif di sekolah, guna meningkatkan kinerja guru.
Pengaruh Kompensasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan : Studi Pada PT Sarana Mitra Persada Tasikmalaya Salman Alparizi; Adi Muhammad Nur Ihsan
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v5i1.1548

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya penurunan kualitas disiplin kerja dan ketidaksesuaian pemberian kompensasi pada PT Sarana Mitra Persada Tasikmalaya sebagai perusahaan jasa teknis mitra PT Telkom Indonesia. Tidak tersedianya bonus dan insentif pada tahun 2024 – 2025 serta meningkatnya tingkat ketidakhadiran karyawan menunjukan adanya permasalahan yang berpotensi memengaruhi kinerja karyawan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kompensasi dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada PT Sarana Mitra Persada Tasikmalaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan desain asosiatif. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 60 karyawan dengan teknik sampel jenuh, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda berbantuan SPSS Versi 25. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara simultan kompensasi dan disiplin kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan, yang ditunjukkan oleh nilai Fhitung 102,840 lebih besar dari Ftabel 3,16 dengan tingkat signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05. Secara parsial, kompensasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (thitung 9,704 > ttabel 2,002; sig. 0,000 < 0,05), demikian pula disiplin kerja (thitung 9,964 > ttabel 2,002; sig. 0,000 < 0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,783 mengindikasikan bahwa 78,3% variasi kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh kedua variable tersebut. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan kajian manajemen sumber daya manusia khususnya terkait pengaruh kompensasi dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada perusahaan jasa teknis. Secara praktis, hasil penelitian dapat memberikan evaluasi perusahaan dalam menyusun kebijakan kompensasi dan peningkatan produktivitas dan kualitas pelayanan teknisi.   This study was motivated by the decline in the quality of work discipline and the inconsistency in compensation provision at PT Sarana Mitra Persada Tasikmalaya, a technical service company partnering with PT Telkom Indonesia. The absence of bonuses and incentives during 2024–2025, along with the increasing rate of employee absenteeism, indicates problems that potentially affect employee performance. This study aims to examine the effect of compensation and work discipline on employee performance at PT Sarana Mitra Persada Tasikmalaya. The research employed a quantitative approach using a survey method and an associative research design. Data were collected through questionnaires distributed to 60 employees using a saturated sampling technique and were analyzed using multiple linear regression with SPSS Version 25. The results showed that compensation and work discipline simultaneously had a significant effect on employee performance, as indicated by the calculated F-value of 102.840, which was greater than the F-table value of 3.16, with a significance level of 0.000, which was lower than 0.05. Partially, compensation had a significant effect on employee performance (t-value = 9.704 > t-table = 2.002; sig. 0.000 < 0.05), and work discipline also had a significant effect on employee performance (t-value = 9.964 > t-table = 2.002; sig. 0.000 < 0.05). The coefficient of determination (R²) value of 0.783 indicates that 78.3% of the variation in employee performance can be explained by these two variables. The findings of this study provide a theoretical contribution to the development of human resource management studies, particularly regarding the influence of compensation and work discipline on employee performance in technical service companies. Practically, the results of this study can serve as an evaluation for the company in formulating compensation policies and improving productivity as well as the quality of technical service performance.
Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Stres Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada Ritel Busana di Kawasan Alun-Alun Singaparna Sukma Nurparida; Adi Muhammad Nur Ihsan
eCo-Fin Vol. 8 No. 2 (2026): eCo-Fin
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/ef.v8i2.3846

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana lingkungan kerja fisik dan stres kerja mempengaruhi kinerja pekerja pada sektor ritel busana di kawasan Alun-alun Singaparna. Secara konseptual, penciptaan lingkungan kerja fisik yang aman juga pengendalian stres kerja yang bagus dipandang sebagai determinan penting dalam menjaga stabilitas performa karyawan, terutama pada lokasi operasional yang memiliki tingkat kepadatan publik. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan paradigm post-positivis. Metode purposive digunakan dalam metode untuk mengumpulkan sampel, dan kriteria tertentu digunakan untuk menghasilkan total 66 responden. Analisis data dilakukan secara komprehenshif melalui reliabilitas dan validitas, serta uji asumsi klasik seperti normalitas, linieritas, multikolinieritas, autokorelasi dan heteroskedastisitas, analisis regresi linier berganda, pengujian hipotesis dengan uji t dan F dan koefesien determinasi (R2) menggunakan aplikasi SPSS 26. Hasilnya dari penyelidikan parsial menunjukan bahwa lingkungan kerja fisik berdampak positif dan signifikan untuk kinerja karyawan ditunjukan dengan nilai sig. 0,000 < 0,05 sementara itu,  stres kerja berdampak negatif namun tidak signifikan terhadap kinerja karyawan dengan sig nilai. 0,063 > 0,05. Meskipun demikian, secara simultan model analisis ini menunjukan akibat yang signifikan berdasarkan nilai koefesien determinasi (R2) 68,5%. Temuan ini mengimplikasikan bahwa optimalisasi fasilitas fisik dan mitigasi gangguan lingkungan ekternal harus menjadi prioritas utama bagi manajemen ritel di kawasan publik untuk mempertahankan produktivitas karyawan di tengah dinamika lingkungan yang kompetitif.
Kesejahteraan Psikologis Generasi Z di Tasikmalaya: Peran Fleksibilitas Kerja, Ekspektasi Karier, dan Tekanan Diri Putri Choerunnisa Aulia; Adi Muhammad Nur Ihsan
JURNAL PELITA MANAJEMEN Vol. 5 No. 01 (2026): Mei 2026
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/jpm.v5i01.7401

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh fleksibilitas kerja, ekspektasi karier, dan tekanan diri terhadap kesejahteraan psikologis Generasi Z di Tasikmalaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan verifikatif. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden Generasi Z sektor nonformal yang dipilih menggunakan purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fleksibilitas kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesejahteraan psikologis, sedangkan ekspektasi karier dan tekanan diri tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini memperkuat kajian mengenai pentingnya fleksibilitas kerja dalam mendukung kesejahteraan psikologis Generasi Z pada lingkungan kerja yang dinamis. Secara praktis, penelitian ini memberikan implikasi bagi organisasi dan pelaku usaha untuk menerapkan sistem kerja yang fleksibel dan adaptif guna menciptakan kondisi kerja yang lebih sehat serta mendukung kesejahteraan psikologis pekerja Generasi Z.
Pengaruh Impostor Syndrome dan Self-Efficacy Terhadap Kesiapan Kerja pada Mahasiswa Tingkat Akhir Nurul Hikmah; Adi Muhammad Nur Ihsan
Indonesian Journal of Management Science Vol. 5 No. 1: Juni 2026
Publisher : Program Magister Manajemen Universitas Bhayangkara Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46821/ijms.v5i1.781

Abstract

Penelitian ini membahas kesiapan kerja mahasiswa tingkat akhir yang dipengaruhi oleh faktor psikologis, yaitu impostor syndrome dan self-efficacy. Topik ini penting karena masih tingginya pengangguran terdidik dan rendahnya kesiapan lulusan dalam menghadapi dunia kerja. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggabungan impostor syndrome dan self-efficacy dalam satu model penelitian terhadap kesiapan kerja, yang masih jarang diteliti secara simultan, khususnya pada mahasiswa di Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif, melibatkan 96 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa impostor syndrome dan self-efficacy berpengaruh signifikan terhadap kesiapan kerja mahasiswa. Impostor syndrome cenderung menghambat kesiapan kerja akibat keraguan terhadap kemampuan diri, sedangkan self-efficacy meningkatkan kesiapan kerja melalui keyakinan diri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor psikologis memiliki peran penting dalam meningkatkan kesiapan kerja, sehingga perguruan tinggi perlu memperhatikan pengembangan kepercayaan diri mahasiswa sebagai upaya meningkatkan kualitas lulusan.
PENGARUH KOMPENSASI FINANSIAL TERHADAP KEPUASAN KERJA DENGAN MOTIVASI SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (STUDI KASUS PADA KARYAWAN DI CV SINAR PASUNDAN) Sipa Sopiatunnisa; Adi Muhammad Nur Ihsan
JIEM : Journal Of International Entrepreneurship And Management Vol 5 No 01 (2026): JIEM : Journal Of International Entrepreneurship And Management
Publisher : Pusat Studi Ekonomi Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/jiem.v5i01.2453

Abstract

This causal quantitative study aims to evaluate how financial compensation impacts production workers' job satisfaction at CV Sinar Pasundan, utilizing work motivation as a mediating factor. The methodology employs a census approach through total sampling, collecting primary data via questionnaires analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (SEM-PLS). The findings indicate that monetary rewards do not directly enhance job satisfaction. However, financial incentives significantly bolster work motivation, which subsequently serves as the primary driver for job satisfaction. The study concludes that work motivation functions as a complete mediator, demonstrating that financial adjustments fail to automatically generate job satisfaction unless they successfully transform into psychological stimuli first to maintain enterprise operational stability.
Pengaruh Pelatihan dan Motivasi Ekstrinsik Terhadap Kinerja Karyawan pada Perumda Air Minum Tirta Sukapura Kabupaten Tasikmalaya Desti Rosmiatun Barnas; Adi Muhammad Nur Ihsan
Bisman (Bisnis dan Manajemen): The Journal of Business and Management Vol. 9 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Majapahit, Jawa Timur, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/bisman.v9i2.4705

Abstract

This study aims to test and analyze the effect of training and extrinsic motivation on employee performance at Perumda Air Minum Tirta Sukapura, Tasikmalaya Regency. The research method applied is a quantitative verification approach, with data collection techniques using a Likert-based questionnaire distributed to employees. The data obtained were then processed using SPSS software version 26. The results of the analysis show that training has a positive and significant effect on employee performance (sig. 0.011 < 0.05). A positive and significant impact is also shown by extrinsic motivation (sig. 0.006 < 0.05), which is also a variable with a more dominant influence than training. Furthermore, the results of the determination coefficient test (R2) of 0.508 indicate that the contribution of training and extrinsic motivation in explaining employee performance is 50.8%, while the remaining 49.2% is explained by other factors outside this research model. Based on these findings, Perumda Air Minum Tirta Sukapura, Tasikmalaya Regency, is advised to optimize the performance of its employees by increasing extrinsic motivation and the quality of training supported by providing awards, appropriate incentives, leadership support, and a positive work environment.