Shalat merupakan ibadah utama dalam Islam yang tidak hanya memiliki dimensi spiritual, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan mental individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas shalat sebagai mekanisme koping dan terapi psikospiritual dalam menurunkan stres, kecemasan, serta meningkatkan kesejahteraan psikologis. Metode penelitian menggunakan Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan studi kepustakaan berdasarkan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Data diperoleh melalui penelusuran artikel ilmiah dari database scholar, pubmed, sciencedirect, doaj, dan garuda kemdikbud tahun 2017-2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa shalat, termasuk shalat tahajud, shalat dhuha, dzikir, dan tilawah Al-Qur’an, secara konsisten memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental, seperti menurunkan tingkat stres dan kecemasan, meningkatkan ketenangan batin, memperkuat regulasi emosi, meningkatkan kualitas tidur, serta membentuk ketahanan psikologis. Selain itu, shalat berjamaah juga berkontribusi dalam meningkatkan dukungan sosial dan rasa aman individu. Temuan ini sejalan dengan ajaran Al-Qur'an dan hadis Nabi Muhammad SAW yang menegaskan bahwa mengingat Allah melalui shalat dapat menenteramkan hati dan menjaga keseimbangan jiwa. Dengan demikian, shalat dapat dijadikan sebagai pendekatan psikoterapi Islam yang holistik dan potensial untuk diintegrasikan dalam layanan kesehatan mental modern, khususnya pada masyarakat Muslim.