Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Shalat terhadap Kesehatan Mental dalam Perspektif Islam: Tinjauan Sistematis Literatur Tahun 2017-2026 Endah Khamelia; Krisna Aditya; Annisa Baharuddin; Abul A’la Al Maududi
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2026): MEI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/ppjr3z29

Abstract

Shalat merupakan ibadah utama dalam Islam yang tidak hanya memiliki dimensi spiritual, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan mental individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas shalat sebagai mekanisme koping dan terapi psikospiritual dalam menurunkan stres, kecemasan, serta meningkatkan kesejahteraan psikologis. Metode penelitian menggunakan Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan studi kepustakaan berdasarkan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Data diperoleh melalui penelusuran artikel ilmiah dari database scholar, pubmed, sciencedirect, doaj, dan garuda kemdikbud tahun 2017-2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa shalat, termasuk shalat tahajud, shalat dhuha, dzikir, dan tilawah Al-Qur’an, secara konsisten memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental, seperti menurunkan tingkat stres dan kecemasan, meningkatkan ketenangan batin, memperkuat regulasi emosi, meningkatkan kualitas tidur, serta membentuk ketahanan psikologis. Selain itu, shalat berjamaah juga berkontribusi dalam meningkatkan dukungan sosial dan rasa aman individu. Temuan ini sejalan dengan ajaran Al-Qur'an dan hadis Nabi Muhammad SAW yang menegaskan bahwa mengingat Allah melalui shalat dapat menenteramkan hati dan menjaga keseimbangan jiwa. Dengan demikian, shalat dapat dijadikan sebagai pendekatan psikoterapi Islam yang holistik dan potensial untuk diintegrasikan dalam layanan kesehatan mental modern, khususnya pada masyarakat Muslim.
Terapi Bekam (Hijamah): Tinjauan Literatur dari Perspektif Medis dan Keislaman Abul A’la Al Maududi; Endah Khamelia; Yuni Purwanti
Antigen : Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi Vol. 4 No. 1 (2026): February: Antigen : Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/antigen.v4i1.964

Abstract

Cupping therapy is a traditional therapeutic method that has long been recognized in Thibbun Nabawi and continues to be used as a complementary therapy in contemporary healthcare. Along with the development of scientific research, cupping therapy has increasingly been examined from a medical perspective, highlighting the need for an integrative review that combines medical evidence and Islamic perspectives. This study aims to examine cupping therapy from both medical and Islamic perspectives based on a literature review. This study employed a qualitative approach using a literature review design. Data were collected from national and international scientific articles published between 2019 and 2025 through indexed databases, including Scopus, PubMed, Google Scholar, and Garuda. The review was complemented by Islamic sources such as the Qur’an, Hadith, and scholarly works on Thibbun Nabawi. Data were analyzed using descriptive qualitative analysis by categorizing findings into medical benefits and religious foundations of cupping therapy. The literature review indicates that cupping therapy has potential medical benefits, including pain reduction, blood pressure control, and improvement of metabolic parameters such as blood glucose and cholesterol levels. From an Islamic perspective, cupping therapy is regarded as part of Thibbun Nabawi and is recommended as a form of human effort to maintain health, while ultimate healing is believed to come from Allah SWT. Cupping therapy demonstrates strong relevance from both medical and religious perspectives. Integrating cupping therapy with modern medical principles and Islamic values may provide a holistic health approach that supports promotive, preventive, and curative healthcare services within complementary medicine.