Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Ibadah Puasa dan Kesehatan Abul A’la Al Maududi; Julfanih Julfanih; Lantika Dhia Nareswari; Raja Tirta Samudra R
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2026): MEI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/7k54xn65

Abstract

Fasting is a form of worship that holds spiritual value while also providing benefits for physical and mental health. In Islam, fasting is obligatory for Muslims as a means of increasing piety, self-control, and spiritual purification. On the other hand, developments in modern health science show that fasting also has positive effects on body metabolism and overall health. This study aims to determine the benefits of fasting from Islamic and medical perspectives. The research method used in this study is library research with a qualitative descriptive approach. Data were obtained from the Qur’an, Hadith, books, scientific journals, and various relevant literature related to fasting and health. Data collection techniques were carried out through documentation studies and literature reviews, which were then analyzed descriptively. The results of the study indicate that fasting provides various benefits from an Islamic perspective, including increasing piety, training patience and self-control, fostering social empathy, and strengthening closeness to Allah SWT. From a medical perspective, fasting is beneficial in improving insulin sensitivity, helping with weight management, enhancing body metabolism, reducing inflammation, improving heart and brain health, and supporting cellular regeneration through autophagy. Therefore, fasting not only functions as a spiritual act of worship but also provides health benefits that support the holistic quality of human life.
Pengaruh Shalat terhadap Kesehatan Mental dalam Perspektif Islam: Tinjauan Sistematis Literatur Tahun 2017-2026 Endah Khamelia; Krisna Aditya; Annisa Baharuddin; Abul A’la Al Maududi
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2026): MEI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/ppjr3z29

Abstract

Shalat merupakan ibadah utama dalam Islam yang tidak hanya memiliki dimensi spiritual, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan mental individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas shalat sebagai mekanisme koping dan terapi psikospiritual dalam menurunkan stres, kecemasan, serta meningkatkan kesejahteraan psikologis. Metode penelitian menggunakan Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan studi kepustakaan berdasarkan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Data diperoleh melalui penelusuran artikel ilmiah dari database scholar, pubmed, sciencedirect, doaj, dan garuda kemdikbud tahun 2017-2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa shalat, termasuk shalat tahajud, shalat dhuha, dzikir, dan tilawah Al-Qur’an, secara konsisten memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental, seperti menurunkan tingkat stres dan kecemasan, meningkatkan ketenangan batin, memperkuat regulasi emosi, meningkatkan kualitas tidur, serta membentuk ketahanan psikologis. Selain itu, shalat berjamaah juga berkontribusi dalam meningkatkan dukungan sosial dan rasa aman individu. Temuan ini sejalan dengan ajaran Al-Qur'an dan hadis Nabi Muhammad SAW yang menegaskan bahwa mengingat Allah melalui shalat dapat menenteramkan hati dan menjaga keseimbangan jiwa. Dengan demikian, shalat dapat dijadikan sebagai pendekatan psikoterapi Islam yang holistik dan potensial untuk diintegrasikan dalam layanan kesehatan mental modern, khususnya pada masyarakat Muslim.
Terapi Bekam (Hijamah): Tinjauan Literatur dari Perspektif Medis dan Keislaman Abul A’la Al Maududi; Endah Khamelia; Yuni Purwanti
Antigen : Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi Vol. 4 No. 1 (2026): February: Antigen : Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/antigen.v4i1.964

Abstract

Cupping therapy is a traditional therapeutic method that has long been recognized in Thibbun Nabawi and continues to be used as a complementary therapy in contemporary healthcare. Along with the development of scientific research, cupping therapy has increasingly been examined from a medical perspective, highlighting the need for an integrative review that combines medical evidence and Islamic perspectives. This study aims to examine cupping therapy from both medical and Islamic perspectives based on a literature review. This study employed a qualitative approach using a literature review design. Data were collected from national and international scientific articles published between 2019 and 2025 through indexed databases, including Scopus, PubMed, Google Scholar, and Garuda. The review was complemented by Islamic sources such as the Qur’an, Hadith, and scholarly works on Thibbun Nabawi. Data were analyzed using descriptive qualitative analysis by categorizing findings into medical benefits and religious foundations of cupping therapy. The literature review indicates that cupping therapy has potential medical benefits, including pain reduction, blood pressure control, and improvement of metabolic parameters such as blood glucose and cholesterol levels. From an Islamic perspective, cupping therapy is regarded as part of Thibbun Nabawi and is recommended as a form of human effort to maintain health, while ultimate healing is believed to come from Allah SWT. Cupping therapy demonstrates strong relevance from both medical and religious perspectives. Integrating cupping therapy with modern medical principles and Islamic values may provide a holistic health approach that supports promotive, preventive, and curative healthcare services within complementary medicine.
Kepemimpinan dalam Perspektif Islam: Telaah Konseptual Musyawarah, Khilafah, dan Kepemimpinan Non-Muslim Abul A’la Al Maududi; Nisrina Alifah; Adinda Haifa; Annisa Rizki Fitriani
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2026): MEI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/19kf5g47

Abstract

Masalah merupakan dinamika yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia, sehingga diperlukan mekanisme efektif untuk menyelesaikannya. Dalam perspektif Islam, musyawarah merupakan fondasi ajaran yang dipraktikkan secara konsisten oleh Rasulullah SAW sebagai sarana mencapai kemaslahatan umat, bahkan melibatkan non-Muslim. Artikel ini membahas perbandingan antara konsep musyawarah dan demokrasi. Secara etimologis dan konseptual, musyawarah berarti mengeluarkan pendapat yang bermanfaat, sedangkan demokrasi menempatkan kedaulatan di tangan rakyat. Selain itu, tulisan ini mengkaji konsep khilafah sebagai sistem kepemimpinan Islam yang bertujuan mengatur urusan dunia dan akhirat, serta meninjau fase-fase sejarahnya. Tujuan kepemimpinan Islam adalah meneruskan misi kenabian dan menegakkan keadilan, dengan pemimpin ideal memiliki karakter Siddiq, Amanah, Tabligh, dan Fatonah. Analisis terhadap Perjanjian Hudaibiyah juga disertakan sebagai contoh konkret keteladanan kepemimpinan Nabi yang mengedepankan diplomasi dan visi jangka panjang dibandingkan keuntungan sesaat.
Strategi Kesehatan Masyarakat dalam Perspektif Islam terhadap Stres dan Depresi di Era Modern: Scoping review Abul A’la Al Maududi; Muhammad Miftah Farid; Naura Shafarina Nasution; Adisty Puspitasari
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2026): MEI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/nant0g22

Abstract

Stres dan depresi mengalami peningkatan di era modern akibat tekanan sosial, perkembangan teknologi, dan tuntutan ekonomi, sementara intervensi kesehatan mental masih didominasi oleh pendekatan biomedis yang cenderung mengabaikan dimensi spiritual. Dalam perspektif Islam, kesehatan dipahami secara holistik yang mencakup aspek fisik, mental, spiritual, dan sosial, sehingga relevan untuk memperkaya strategi kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan memetakan dan menganalisis bukti ilmiah mengenai strategi kesehatan masyarakat dalam perspektif Islam terhadap stres dan depresi di era modern melalui pendekatan scoping review berdasarkan pedoman PRISMA-ScR. Pencarian literatur dilakukan pada database Scopus, PubMed, DOAJ, dan Google Scholar dengan kriteria inklusi artikel terbit tahun 2020–2025, berbahasa Indonesia atau Inggris, relevan dengan topik, dan tersedia teks lengkap. Dari 15 artikel yang teridentifikasi, 10 artikel dianalisis secara tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi kesehatan masyarakat dalam perspektif Islam menekankan pendekatan holistik dengan mengintegrasikan dimensi spiritual, psikologis, sosial, dan edukatif, di mana nilai-nilai Islam seperti iman, sabar, tawakkal, syukur, dan dzikir berperan sebagai mekanisme koping adaptif dalam menurunkan tingkat stres dan depresi. Beberapa studi juga menunjukkan efektivitas integrasi teknik psikologi modern, seperti konseling kognitif dan mindfulness, dengan prinsip-prinsip Islam. Selain itu, institusi keagamaan seperti masjid dan lembaga pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam promosi kesehatan mental, penguatan dukungan sosial, serta pengurangan stigma. Kesimpulannya, strategi kesehatan masyarakat berbasis perspektif Islam menawarkan pendekatan yang komprehensif dan kontekstual dalam menghadapi stres dan depresi serta berpotensi melengkapi model kesehatan mental konvensional, sehingga integrasi nilai spiritual Islam dan penguatan peran komunitas keagamaan menjadi penting untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan intervensi kesehatan mental di masa depan.
Islam dan Kesehatan Lingkungan (Islam dan Budaya Bersih, Islam dan Kesehatan dengan Menjaga Keseimbangan Ekologis) Abul A’la Al Maududi; Rika Purnama; Adinda Haifa
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2026): MEI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/wk2s1930

Abstract

Kesehatan lingkungan berperan penting dalam menjaga derajat kesehatan masyarakat melalui kualitas air, udara, sanitasi, dan kebersihan lingkungan. Kerusakan lingkungan dapat meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan seperti diare, penyakit kulit, dan gangguan pernapasan. Islam sebagai agama yang komprehensif menekankan pentingnya kebersihan, pelestarian alam, serta larangan merusak bumi. Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep kesehatan lingkungan dalam perspektif Islam dan landasan teologisnya melalui studi literatur dari Al-Qur’an, hadis, dan referensi ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa manusia sebagai khalifah fil ardh memiliki amanah untuk menjaga keseimbangan lingkungan (mizan). Prinsip kebersihan sebagai bagian dari iman serta konsep la ḍarar wa la ḍirār menjadi dasar dalam menjaga kesehatan lingkungan. Dengan demikian, menjaga lingkungan dalam Islam tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga merupakan bentuk ibadah dan tanggung jawab moral.
Strategi Kesehatan Holistik Berbasis Ibadah Ritual dalam Perspektif Islam terhadap Kesehatan Mental dan Kualitas Hidup di Era Modern: Scoping Review Abul A’la Al Maududi; Rizka Nur Fitriana; Irwinsyah Irwinsyah
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2026): MEI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/hbp1vm25

Abstract

Kesehatan mental dan kualitas hidup merupakan aspek penting dalam kesejahteraan individu yang sering terpengaruh oleh tekanan sosial, ekonomi, dan dinamika kehidupan modern. Ibadah ritual dalam perspektif Islam memiliki nilai spiritual, sosial, dan kesehatan yang dapat menjadi strategi holistik untuk meningkatkan kesehatan mental dan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan memetakan dan menganalisis bukti ilmiah mengenai strategi kesehatan berbasis ibadah ritual Islam melalui pendekatan scoping review menggunakan pedoman PRISMA-ScR. Pencarian literatur dilakukan pada Scopus, PubMed, DOAJ, dan Google Scholar dengan kriteria inklusi artikel terbit tahun 2020–2025, berbahasa Indonesia atau Inggris, dan relevan dengan topik. Dari 15 artikel yang diidentifikasi, 10 artikel dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan bahwa praktik ibadah ritual seperti shalat, puasa, zakat, dzikir, dan membaca Al-Qur’an memiliki efek signifikan terhadap kesehatan mental, pengelolaan stres, dan peningkatan kualitas hidup. Integrasi nilai spiritual Islam dengan strategi kesehatan modern dan dukungan komunitas keagamaan dapat memperkuat efektivitas intervensi kesehatan mental. Kesimpulannya, strategi kesehatan holistik berbasis ibadah ritual Islam memberikan pendekatan kontekstual dan komprehensif yang relevan dengan era modern.  
Kesehatan Reproduksi dalam Perspektif Islam: Kajian Maqashid Syariah dan Solusi terhadap Permasalahan Reproduksi Abul A’la Al Maududi; Adisty Puspitasari; Annisa Rizki Fitriani; Muhammad Rizky Al Fauzan
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2026): MEI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/za5zeg71

Abstract

Kesehatan reproduksi merupakan kondisi kesejahteraan fisik, mental, dan sosial yang berkaitan dengan sistem, fungsi, dan proses reproduksi. Dalam perspektif Islam, kesehatan reproduksi tidak hanya dipahami dari aspek biologis, tetapi juga mencakup dimensi moral dan spiritual yang berlandaskan Al-Qur’an dan hadis. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep kesehatan reproduksi dalam Islam, menganalisis peran nilai-nilai Islam dalam menjaga kesehatan reproduksi, serta mengkaji solusi Islam terhadap berbagai permasalahan kesehatan reproduksi di masyarakat. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui kajian berbagai sumber seperti Al-Qur’an, hadis, buku, jurnal ilmiah, dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam memandang kesehatan reproduksi sebagai bagian dari maqashid syariah, khususnya dalam menjaga keturunan (hifz al-nasl). Prinsip menjaga kebersihan, kehormatan diri, pengaturan pergaulan, serta pernikahan yang sah menjadi bentuk upaya preventif dalam menjaga kesehatan reproduksi. Selain itu, permasalahan seperti pernikahan usia dini, penyakit menular seksual, kehamilan tidak diinginkan, dan kurangnya edukasi reproduksi dapat diatasi melalui pendidikan agama, edukasi kesehatan reproduksi berbasis nilai Islam, serta kolaborasi antara keluarga, tenaga kesehatan, dan tokoh agama. Dengan demikian, nilai-nilai Islam memiliki relevansi yang kuat dalam menjawab tantangan kesehatan reproduksi di era modern.
Edukasi Kesehatan Mental Remaja dan Dampaknya terhadap Pemahaman Tanda, Penyebab, dan Pencegahan Gangguan Psikologis Abul A’la Al Maududi; Rafa Zemy Amalia; Nayla Jasmine Fadillah; Syaharani Laila Chaerunnisa Tengku; Siti Neza Azmarina; Siti Rosdiana; Riza Elhanina Ramadhani; Rizki Hashym
Vitamin : Jurnal ilmu Kesehatan Umum Vol. 4 No. 1 (2026): January : Jurnal ilmu Kesehatan Umum
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/vitamin.v4i1.2022

Abstract

Adolescent mental health is an essential component of optimal growth and development, yet it often receives less attention compared to academic achievement. Adolescents are in a vulnerable developmental stage characterized by emotional changes, social pressure, and environmental demands, which increase the risk of mental health problems. This activity aimed to improve knowledge and promote positive attitudes among junior high school students regarding adolescent mental health, including its definition, signs and symptoms, risk factors, and prevention strategies. The method used was a health education intervention employing a pre-test and post-test design. The activity was conducted at Al Amanah Junior High School, South Tangerang City, involving 25 students. The evaluation instrument consisted of a 10-item multiple-choice questionnaire with a maximum score of 100. The results showed that the average pre-test score was 98.40%, while the post-test score increased to 99.60%, indicating a 1.20% improvement. Although the increase was relatively small due to the high baseline knowledge (ceiling effect), the findings demonstrate that the educational intervention effectively reinforced students’ understanding of adolescent mental health. In addition, interactive discussions during the session contributed to increased awareness and reduced stigma related to mental health issues. This mental health education program has the potential to support early prevention efforts and foster a more supportive school environment for adolescents’ psychological well-being.
The Effect of Lipid Profile and Blood Glucose on Hypertension At Pasar Minggu District Health Center Ery Kustini; Munaya Fauziah; Suherman Suherman; Dewi Purnamawati; Abul A’la Al Maududi
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v4i3.5456

Abstract

Hypertension remains a leading metabolic risk factor contributing to morbidity and mortality, particularly in Indonesia’s urban populations. This study examined the effect of lipid profile and blood glucose on hypertension incidence among non-communicable disease (NCD) clinic patients at Pasar Minggu District Health Center, South Jakarta. A cross-sectional design was applied, utilizing secondary data from electronic medical records (e-puskesmas) in 2023. The study involved 1,168 patients. Results showed that 88.7% had hypertension, with 65.3% exhibiting high LDL levels, while most had non-risk levels of total cholesterol (57%), HDL (52.7%), triglycerides (67.1%), creatinine (90.5%), and HbA1c (74.6%). Multivariate analysis revealed significant associations between total cholesterol (OR=0.619; 95% CI=0.393–0.974) and HbA1c (OR=0.180; 95% CI=0.128–0.252) with hypertension incidence, after controlling for LDL. Elevated total cholesterol and HbA1c were linked to a reduced hypertension risk in this population. The findings suggest that integrating lipid and glucose control into hypertension prevention strategies, alongside multisectoral collaboration, may enhance early detection and management of NCDs in primary care settings.