Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kerangka Etis Artificial Intelligence dalam Pendidikan Islam: Mengintegrasikan Maqasid Syariah di Era Pembelajaran Digital Fathorrozy; Naidatus Syarifah; Khairul Anam; Nurul Qomariyah
re-JIEM (Research Journal of Islamic Education Management) SPECIAL ISSUE OF 1-ST INCOME (INTERNATIONAL CONFERENCE ON MANAGEMENT AND EDUCATION)
Publisher : Islamic Education Management Study Program, Tarbiyah and Teacher Training Faculty, State Islamic University of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/re-jiem.vi.24289

Abstract

The rapid development of artificial intelligence has significantly transformed educational practices, including teaching, learning, and academic management. AI-based technologies such as intelligent tutoring systems, automated assessment, and generative AI applications provide new opportunities to enhance learning efficiency and accessibility. Nevertheless, the increasing adoption of artificial intelligence in education also brings a number of ethical concerns, including issues related to academic integrity, risks to data privacy, algorithmic bias, and the possible weakening of students’ critical thinking skills. Within the sphere of Islamic education, these concerns underline the importance of establishing an ethical framework that harmonizes technological advancement with Islamic moral principles. Therefore, this study seeks to formulate an ethical framework for the application of artificial intelligence in Islamic education by integrating the principles of Maqasid Shariah with contemporary digital learning practices. This research applies a qualitative conceptual approach through a literature review and thematic analysis.The findings suggest that the principles of Maqasid Shariah can serve as an ethical foundation for AI use in education, particularly in protecting intellect, religion, human dignity, and academic integrity. This framework is expected to guide Islamic educational institutions in integrating AI technologies responsibly.
Integrasi Artificial Intelligence dalam Pembelajaran berbasis ESD: Studi Pada Keterlibatan Aktif Mahasiswa di UIN Madura Alfia Fina Shabira; Nurul Hadi; Fathorrozy; Abd. Halik
Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Special Edition: Renaisans 2nd International Conference of Social Studies
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ejpis.v2i.24473

Abstract

Perkembangan teknologi digital, terutama dalam bidang Kecerdasan Buatan (AI), telah mengubah secara drastis lanskap pendidikan, khususnya dalam menciptakan metode pembelajaran yang lebih sesuai, interaktif, dan relevan dengan tuntutan abad 21. Di sisi lain, pendekatan Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (ESD) semakin vital dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kesadaran kritis, rasa tanggung jawab sosial, dan kepedulian terhadap lingkungan. Namun, dalam praktiknya, proses pembelajaran di perguruan tinggi masih cenderung didominasi oleh metode tradisional yang mengakibatkan kurangnya partisipasi aktif dari mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana penggabungan Kecerdasan Buatan dalam pembelajaran yang berbasis ESD dapat membantu meningkatkan partisipasi aktif mahasiswa, terutama di lingkungan UIN Madura. Metode yang diterapkan adalah studi literatur dengan meneliti berbagai referensi ilmiah yang relevan, seperti artikel jurnal, buku, dan prosiding. Data dianalisis menggunakan metode analisis isi untuk menemukan pola, konsep, dan hubungan antar variabel yang berkaitan dengan penggunaan AI dalam pembelajaran dan prinsip ESD. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan AI dalam pembelajaran mampu menghasilkan pengalaman belajar yang lebih personal, interaktif, dan berbasis data, yang mendorong mahasiswa untuk lebih aktif dalam proses belajar. Pengintegrasian AI dengan pendekatan ESD juga menciptakan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, reflektif, serta keterampilan dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan isu keberlanjutan. Selain itu, penggunaan teknologi seperti platform pembelajaran daring, sistem bimbingan yang cerdas, dan analisis pembelajaran terbukti dapat meningkatkan partisipasi, eksplorasi, dan keterlibatan mahasiswa secara lebih mendalam. Dengan demikian, penggabungan Kecerdasan Buatan dalam pembelajaran yang berbasis ESD bisa menjadi alternatif inovatif untuk menghadapi tantangan pendidikan di abad ke-21. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan konseptual dalam pengembangan model pembelajaran yang lebih adaptif dan berkelanjutan, serta menjadi acuan bagi lembaga pendidikan dalam memaksimalkan penggunaan teknologi demi meningkatkan kualitas dan partisipasi mahasiswa dalam proses pembelajaran.
Nilai - Nilai Budaya Madura Yang Berpotensi Mendukung Education For Sustainable Development (ESD) Dalam Meperkuat Ketahanan Sosial Masyarakat Fathorrozy; Akbar Mahdi; Nadiatus Sa’adah; Nurul Qomariyah
Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Special Edition: Renaisans 2nd International Conference of Social Studies
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ejpis.v2i.24475

Abstract

The concept of Education for Sustainable Development (ESD) emphasizes the importance of integration between social, cultural, and educational aspects in an effort to build a sustainable society. In this study, local cultural values can serve as an important resource that contributes to strengthening social resilience. This research aims to identify and analyze Madura cultural values that have the potential to support the development of ESD in strengthening the social resilience of the community. Through a qualitative approach based on literature studies and cultural analysis, the results of the study show that there are a number of cultural values that have a significant contribution to continuing education practices. (1) the philosophy of Bhuppa', Bhabbhu', Ghuru, Rato which emphasizes the importance of respect for parents, teachers, and leaders as the main foundation in the formation of educational values. (2) the pattern of the Taneyan Lanjhang settlement that strengthens family solidarity and intergenerational learning; (3) a culture of brotherhood in Tretan Dhibi that builds social cohesion; (4) the practice of collective work in Song Osong Lombhung which reflects the economic solidarity of the community; (5) Kobhung's social function as a community learning space and the transmission of religious values. The above cultural values play a role in building social trust, strengthening community networks, and encouraging collective participation in people's lives. With that, the integration of Madura cultural values in the framework of ESD has the potential to strengthen the social resilience of the community and maintain the sustainability of social life at the local level.