Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integrasi Artificial Intelligence dalam Pembelajaran berbasis ESD: Studi Pada Keterlibatan Aktif Mahasiswa di UIN Madura Alfia Fina Shabira; Nurul Hadi; Fathorrozy; Abd. Halik
Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Special Edition: Renaisans 2nd International Conference of Social Studies
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ejpis.v2i.24473

Abstract

Perkembangan teknologi digital, terutama dalam bidang Kecerdasan Buatan (AI), telah mengubah secara drastis lanskap pendidikan, khususnya dalam menciptakan metode pembelajaran yang lebih sesuai, interaktif, dan relevan dengan tuntutan abad 21. Di sisi lain, pendekatan Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (ESD) semakin vital dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kesadaran kritis, rasa tanggung jawab sosial, dan kepedulian terhadap lingkungan. Namun, dalam praktiknya, proses pembelajaran di perguruan tinggi masih cenderung didominasi oleh metode tradisional yang mengakibatkan kurangnya partisipasi aktif dari mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana penggabungan Kecerdasan Buatan dalam pembelajaran yang berbasis ESD dapat membantu meningkatkan partisipasi aktif mahasiswa, terutama di lingkungan UIN Madura. Metode yang diterapkan adalah studi literatur dengan meneliti berbagai referensi ilmiah yang relevan, seperti artikel jurnal, buku, dan prosiding. Data dianalisis menggunakan metode analisis isi untuk menemukan pola, konsep, dan hubungan antar variabel yang berkaitan dengan penggunaan AI dalam pembelajaran dan prinsip ESD. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan AI dalam pembelajaran mampu menghasilkan pengalaman belajar yang lebih personal, interaktif, dan berbasis data, yang mendorong mahasiswa untuk lebih aktif dalam proses belajar. Pengintegrasian AI dengan pendekatan ESD juga menciptakan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, reflektif, serta keterampilan dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan isu keberlanjutan. Selain itu, penggunaan teknologi seperti platform pembelajaran daring, sistem bimbingan yang cerdas, dan analisis pembelajaran terbukti dapat meningkatkan partisipasi, eksplorasi, dan keterlibatan mahasiswa secara lebih mendalam. Dengan demikian, penggabungan Kecerdasan Buatan dalam pembelajaran yang berbasis ESD bisa menjadi alternatif inovatif untuk menghadapi tantangan pendidikan di abad ke-21. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan konseptual dalam pengembangan model pembelajaran yang lebih adaptif dan berkelanjutan, serta menjadi acuan bagi lembaga pendidikan dalam memaksimalkan penggunaan teknologi demi meningkatkan kualitas dan partisipasi mahasiswa dalam proses pembelajaran.
Revisiting the Institutional English Proficiency Test (EPT): Evaluating Its Validity, Reliability, and CEFR Alignment Moh. Syafik; Eva Nikmatul Rabbianty; Yazid Basthomi; Ling Gan; Nurul Hadi
Script Journal: Journal of Linguistics and English Teaching Vol. 11 No. 1 (2026): April
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/sj.v11i1.2331

Abstract

Background: There is an urgency for institutions to develop standardized English proficiency tests for individual use, given the unaffordable and unreachable high-stakes tests for some academic communities. Therefore, the Center for Language Development of IAIN Madura developed EPT (English Proficiency Test) as an individual English test. Nevertheless, no research has provided evidence that EPT has been standardized.Methodology: This quantitative consequential research invited four subject matter experts (SMEs) to judge the objectives of the test items to validate the content validity (CV) with the item-objective congruence (IOC) formula and assess three ways of language proficiency assessment to see how the EPT aligns with the Common European Framework of Reference for Languages (CEFR).Findings: The results revealed that the CV and reliability of EPT had been achieved, with the IOC for the three skills measured above 0.75. Internal consistency and stability were also proven to have high reliability coefficients. However, no evidence indicates alignment between EPT and CEFR, as the administrator was found not to follow the three validation frameworks: what is assessed (specification), how performance is interpreted (standardization), and how comparison is made (standard setting).Conclusion: The results conclude that EPT should be improved by aligning it with CEFR. Administrators should conduct a standard-setting study to map EPT scores onto the CEFR and provide the minimum scores (cut scores) needed to enter each targeted CEFR level.Originality: This research fills the knowledge gap by evaluating the EPT’s alignment with CEFR and addressing the need for a standardized and affordable language test in Indonesia.