Ketersediaan energi listrik yang terbatas di wilayah kepulauan terpencil masih menjadi kendala dalam mendukung sistem rantai dingin (cold chain) pada sektor perikanan, khususnya untuk pengoperasian mesin pembuat es dan sistem pendinginan. Kondisi tersebut mendorong pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) off-grid sebagai sumber energi alternatif yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengkaji perkembangan implementasi sistem PLTS off-grid pada aplikasi pendinginan dan mesin pembuat es di wilayah kepulauan terpencil melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Kajian dilakukan menggunakan metode PRISMA terhadap publikasi ilmiah periode 2018–2025 yang diperoleh dari Google Scholar, ScienceDirect, IEEE Xplore, dan SpringerLink. Sebanyak 15 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara deskriptif-komparatif berdasarkan konfigurasi sistem, kapasitas komponen utama, kebutuhan energi pendinginan, serta performa operasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa sistem PLTS off-grid maupun sistem hibrida berbasis fotovoltaik mampu mendukung operasional mesin pembuat es pada daerah dengan keterbatasan akses listrik. Sistem hibrida memberikan keandalan yang lebih tinggi untuk beban pendinginan kontinu, sedangkan sistem off-grid lebih sesuai diterapkan pada wilayah tanpa jaringan listrik. Kajian ini memberikan rekomendasi bahwa optimalisasi desain sistem, kapasitas penyimpanan energi, dan karakteristik beban refrigerasi menjadi faktor penting dalam meningkatkan keberlanjutan sistem rantai dingin pada sektor perikanan kepulauan.