Andik Sukaryanto
Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI, Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektivitas Pelaksanaan Sistem Patroli dan Keamanan Terpadu Oleh Satuan Polisi Pamong Praja dalam Menyelenggarakan Ketentraman dan Ketertiban Umum di Kecamatan Pulo Gadung Jakarta Timur Andik Sukaryanto; Dian Wahyudin
Reformasi Administrasi Vol. 13 No. 1: Maret 2026
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan keamanan dan ketertiban di wilayah perkotaan merupakan salah satu prioritas bagi pemerintah daerah. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Jakarta Timur dalam mencapainya adalah melalui pelaksanaan Sistem Patroli dan Keamanan Terpadu (Sipamanpadu) yang melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengawasan terhadap pelanggaran peraturan daerah, menjaga ketertiban umum, dan menciptakan rasa aman bagi masyarakat. Namun, pelaksanaan program ini masih menghadapi berbagai tantangan yang mempengaruhi efektivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana efektivitas pelaksanaan Sipamanpadu di Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur, serta hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk menggambarkan pelaksanaan program dan tantangan yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelaksanaan Sistem Patroli Dan Keamanan Terpadu Oleh Satuan Polisi Pamong Praja dalam menyelenggarakan ketentraman dan ketertiban Di Kecamatan Pulo Gadung Jakarta Timur belum dapat efektif karena masyarakat kurang memahami tujuan dan mekanisme program patroli serta keterbatasan sumber daya dan penegakan hukum yang tidak konsisten menghambat pencapaian tujuan. Meskipun ada upaya untuk mengikuti jadwal patroli, ketidakkonsistenan dan penyesuaian terhadap kondisi lapangan masih menjadi tantangan dalam penentuan ketetapan waktu pelaksanaan patroli. maka dari itu Perubahan nyata yang dihasilkan dari program Sistem Patroli dan Keamanan Terpadu belum sepenuhnya optimal mengingat Beberapa masalah seperti tawuran dan keberadaan PKL yang kembali berjualan di lokasi yang sama menunjukkan bahwa perubahan yang terjadi masih bersifat sementara