Frida Nadhila Yansa
Teknik Kimia-Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH pH PRESIPITASI DAN SUHU SINTERING TERHADAP KARAKTERISTIK KALSIUM OKSIDA (CaO) DARI LIMBAH Ca(OH)2 PRODUKSI GAS ASETILEN Frida Nadhila Yansa; Diah Ayu Sulistia; Ely Kurniati; Srie Muljani; Nurul Widji Triana
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 15, No 1 (2026)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v15i1.39032

Abstract

Industri gas asetilen menghasilkan limbah padat berupa kalsium hidroksida (Ca(OH)₂) yang termasuk dalam kategori limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Tingginya kandungan kalsium pada limbah ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber kalsium alternatif dalam sintesis kalsium oksida (CaO) yang bernilai tambah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi pH dan suhu sintering terhadap karakteristik CaO dari limbah Ca(OH)₂ produksi gas asetilen. Proses sintesis dilakukan melalui metode presipitasi dengan pengkondisian pH 10, 11, 12, 13, dan 14, dilanjutkan dengan proses sintering pada suhu 550 °C, 650 °C, 750 °C, 850 °C, dan 950 °C. Karakterisasi meliputi analisis yield, penentuan kadar kalsium menggunakan spektrofotometer serapan atom (SSA), serta pengamatan morfologi menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan pH berpengaruh terhadap kenaikan yield CaO, sedangkan peningkatan suhu sintering meningkatkan kadar kalsium akibat dekomposisi Ca(OH)₂ yang lebih optimal. Kondisi terbaik diperoleh pada pH 14 dan suhu 950 °C dengan kadar kalsium 69,22%. Ukuran partikel CaO yang terbentuk adalah 140,5 nm, yang masih berada di atas rentang standar nanopartikel (1–100 nm) berdasarkan ISO 80004-1:2023. Temuan ini menunjukkan limbah Ca(OH)₂ produksi gas asetilen berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku CaO, meskipun diperlukan optimasi lebih lanjut untuk menghasilkan material berskala nano.