Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Synthesis and Characterization of Activated Carbon from Green Banana Peel Efendi, Elene Afrisia; Faiz Putra Djatmiko; Ely Kurniati
Indonesian Journal of Chemical Science Vol. 13 No. 3 (2024): Indonesian Journal of Chemical Science
Publisher : Prodi Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v13i3.7876

Abstract

Karbon aktif adalah bahan padat yang memiliki pori dan mengandung 85% - 95% karbon dan 5% - 15% adalah deposit. Karbon aktif mengalami proses aktivasi secara fisik maupun kimia. Aktivasi secara fisik yaitu berupa arang, sedangkan secara kimia yaitu merendam arang menggunakan bahan kimia. Karbon aktif umumnya digunakan sebagai adsorben. Kulit pisang tersusun atas senyawa berkarbon yaitu lignin, selulosa dan hemiselulosa sebesar 8,90%, 9,90%, 41.38%. Senyawa inilah yang dapat menjadikan kulit pisang hijau dalam pembuatan karbon aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu proses pirolisis dari limbah kulit pisang hijau terhadap uji kadar abu, uji kadar air dan uji luas permukaan BET serta mengetahui luas permukaan karbon aktif dari kulit pisang hijau dengan uji BET. Metode penelitian meliputi persiapan bahan baku, proses pirolisis, aktivasi dan uji hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu dan suhu proses pirolisis memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap karakteristik dari karbon aktif kulit pisang hijau dari jumlah kadar abu, kadar air, dan luas permukaan analisa BET serta karbon aktif dari kulit pisang hijau dengan hasil terbaik pada suhu 400  dengan waktu 150 menit diperoleh luas permukaan BET sebesar 313,089 m²/gr dan single point surface area sebesar 323,1100 m²/gr. Kesimpulannya, hasil terbaik yang diperoleh belum dapat memenuhi baku mutu SNI 06-3730-1995 sehingga belum dapat digunakan sebagai alternatif bahan baku pembuatan karbon aktif.
ANALISIS PERUBAHAN KURIKULUM TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SMAN 3 KOTA JAMBI (STUDI PERUBAHAN KURIKULUM 2013 KE KURIKULUM MERDEKA) Soly Deo Glorya Hutagalung; Ely Kurniati
Scientica Education Journal Vol. 1 No. 2 (2024): SEJ-MAY
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/de6xve94

Abstract

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan yang berkaitan dengan tujuan pembelajaran, isi dan bahan, serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perubahan kurikulum dari Kurikulum 2013 ke Kurikulum Merdeka terhadap hasil belajar siswa di SMAN 3 Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang pengalaman siswa dan pendapat guru terkait perubahan kurikulum. Penelitian ini melibatkan guru dari SMAN 3 Kota Jambi sebagai partisipan penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru, observasi kelas, serta analisis dokumen terkait dengan implementasi Kurikulum Merdeka. Hasil belajar siswa diamati melalui pencapaian akademik, partisipasi aktif dalam proses pembelajaran, dan pengembangan keterampilan lainnya yang terkait dengan kurikulum baru. Analisis data dilakukan melalui pendekatan tematik, di mana tema-tema utama yang muncul dari wawancara dan observasi dikategorikan dan dianalisis. Temuan ini kemudian dikaitkan dengan literatur terkait tentang perubahan kurikulum dan dampaknya terhadap hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian, kurikulum memiliki peran yang signifikan terhadap hasil belajar fisika siswa bila faktor seperti kualitas implementasi, pelatihan guru, dan keterlibatan siswa. Oleh sebab itu, guru harus menetapkan metode, model, dan juga strategi pembelajaran yang dapat memancing keterlibatan siswa.
Hubungan Riwayat Anemia Ibu Saat Hamil Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di UPTD Puskesmas Batui Kabupaten Banggai Ely Kurniati; Yusda Seman MY; Warlinda
Window of Public Health Journal Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/8a9bbt58

Abstract

Anemia, particularly iron deficiency anemia, is a condition in which the body does not have enough healthy red blood cells to carry oxygen to the body's tissues. In pregnant women, anemia can impact fetal health, including the risk of premature birth, low birth weight, and stunting. Children who experience stunting tend to have stunted growth and less than optimal cognitive development. To determine and analyze the relationship between maternal anemia history during pregnancy and the incidence of stunting in toddlers at the Batui Community Health Center (UPTD), Banggai Regency. This study used an analytical survey with a cross-sectional study approach. The population in this study was 224 mothers with toddlers. The total sample was 69 people. This study used a questionnaire. The data analysis test used the chi-square test. This study's conclusion shows that most mothers at the Batui Community Health Center (UPTD), Banggai Regency, did not experience anemia during pregnancy, and most toddlers did not experience stunting. However, there was a significant relationship between maternal anemia history during pregnancy and the incidence of stunting in toddlers. The Chi-Square test produced a p-value of 0.000, confirming that anemia in pregnant women is closely related to toddler stunting.
Sintesis Selulosa Asetat Dari Limbah Sabut Siwalan (Borassus Flabellifer L) dengan Metode Emil Heuser Rohman, Irsyad Zaki; Natasya Salsabila Putri Djunaidy; Ely Kurniati
Jurnal Serambi Engineering Vol. 10 No. 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acetate cellulose is a valuable biopolymer with a variety of industrial applications, ranging from textile fibres to biodegradable plastic films. Using local biomass waste, such as palm fibre (Borassus flabellifer L.), to produce acetate cellulose offers a sustainable way to reduce dependence on imported raw materials and address organic waste issues. This study aims to synthesise cellulose acetate from palm fibre waste using the Emil Heuser method, optimising the acetylation reaction parameters to produce a product with maximum acetyl content. Synthesis was achieved by varying the volume of glacial acetic acid (30–90 ml) and the acetylation time (5–25 minutes). The acetyl content was measured using the ASTM D-871 titration method and the presence of functional groups was confirmed by FTIR spectroscopy. The highest acetyl content, 34.71%, was obtained under the optimal conditions of 90 ml of glacial acetic acid and an acetylation time of 15 minutes. FTIR analysis confirmed the presence of the characteristic C=O (1,740 cm⁻¹) and C–O (1,240 cm⁻¹) functional groups, indicating that the acetylation reaction had successfully occurred on the cellulose chain. While the resulting product was classified as cellulose monoacetate and did not meet the SNI commercial standard for cellulose triacetate, these results demonstrate the significant potential of palm fibre as a local, sustainable natural resource for producing cellulose acetate with further optimisation.
ANALYSIS OF MnO2 RECOVERY STUDY FROM DRYCELL BATTERY WASTE: A REVIEW Erwan Adi Saputro; Muhandis Akbar Winaji; Muchammad Fahrizal Hanif; Ardika Nurmawati; Ely Kurniati; Caecilia Pujiastuti
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 8 No. 1 (2026): Literasi Artikel Penelitian Kimia
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v8i1.6498

Abstract

Global demand for manganese dioxide (MnO₂) materials is increasing rapidly as the battery and catalyst industry develops, while the availability of primary ores continues to decline. Waste dry cell batteries contain high amounts of MnO₂, making them potentially a secondary source of economically valuable manganese metals. This study systematically discusses various microwave-assisted hydrometallurgy-based hydrometallurgy approaches for the recovery of MnO₂ from waste batteries. The literature study was conducted by examining 50 current scientific references covering three main aspects: extraction methods, the influence of heating methods, and purification strategies. The core conclusion of this review is that microwave-assisted leaching represents the most efficient extraction approach, delivering recovery rates up to 95.1% that significantly surpassing conventional methods (82–85%) while reducing reaction times and energy consumption by up to 40%. Furthermore, this study concludes that chemical oxidation using KMnO4​ is the superior purification strategy, capable of producing MnO2​ with purity exceeding 98%. Consequently, this review establishes that the integrated system of microwave-assisted leaching and selective KMnO4​ oxidation offers the most robust, economical, and environmentally friendly blueprint for implementing a circular economy in the metals industry
PENGARUH pH PRESIPITASI DAN SUHU SINTERING TERHADAP KARAKTERISTIK KALSIUM OKSIDA (CaO) DARI LIMBAH Ca(OH)2 PRODUKSI GAS ASETILEN Frida Nadhila Yansa; Diah Ayu Sulistia; Ely Kurniati; Srie Muljani; Nurul Widji Triana
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 15, No 1 (2026)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v15i1.39032

Abstract

Industri gas asetilen menghasilkan limbah padat berupa kalsium hidroksida (Ca(OH)₂) yang termasuk dalam kategori limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Tingginya kandungan kalsium pada limbah ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber kalsium alternatif dalam sintesis kalsium oksida (CaO) yang bernilai tambah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi pH dan suhu sintering terhadap karakteristik CaO dari limbah Ca(OH)₂ produksi gas asetilen. Proses sintesis dilakukan melalui metode presipitasi dengan pengkondisian pH 10, 11, 12, 13, dan 14, dilanjutkan dengan proses sintering pada suhu 550 °C, 650 °C, 750 °C, 850 °C, dan 950 °C. Karakterisasi meliputi analisis yield, penentuan kadar kalsium menggunakan spektrofotometer serapan atom (SSA), serta pengamatan morfologi menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan pH berpengaruh terhadap kenaikan yield CaO, sedangkan peningkatan suhu sintering meningkatkan kadar kalsium akibat dekomposisi Ca(OH)₂ yang lebih optimal. Kondisi terbaik diperoleh pada pH 14 dan suhu 950 °C dengan kadar kalsium 69,22%. Ukuran partikel CaO yang terbentuk adalah 140,5 nm, yang masih berada di atas rentang standar nanopartikel (1–100 nm) berdasarkan ISO 80004-1:2023. Temuan ini menunjukkan limbah Ca(OH)₂ produksi gas asetilen berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku CaO, meskipun diperlukan optimasi lebih lanjut untuk menghasilkan material berskala nano.