Fitri Nurhasana Cania
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Konflik Batin Tokoh Utama dalam Cerpen Hamsu an-Nujūm Karya Najīb Maḥfūẓ: Psikologi Kurt Lewin Fitri Nurhasana Cania; Mustari Mustari
Prosodi Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 20, No 1: Prosodi
Publisher : Program Studi Bahasa Inggris Universitas Trunodjoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/prosodi.v20i1.33029

Abstract

Abstract. This study aims to analyze Sitt Farjah’s inner conflict in Najīb Maḥfūẓ’s short story Hamsu an-Nujūm using Kurt Lewin’s Field Theory. Through a descriptive qualitative method, character behavior is analyzed using the formula B = f (P, E) to examine the interaction between personal (P) and environmental (E) variables. The findings indicate that the character is trapped in an avoidance-avoidance inner conflict resulting from the pressure of past stigma and judgmental communal surveillance. This condition creates high psychological tension and extreme restriction of the character’s life space. Ultimately, the character adopts fatalism as a primary defense mechanism to reduce this tension. This study demonstrates that individual identity within Al-Hara is heavily determined by the collective perception of the surrounding community.      Abstrak. Penelitian ini bertujuan menganalisis konflik batin tokoh Sitt Farjah dalam cerpen Hamsu an-Nujūm karya Najīb Maḥfūẓ menggunakan Teori Medan Kurt Lewin. Melalui metode kualitatif deskriptif, perilaku tokoh dibedah menggunakan formula B = f (P, E) untuk melihat interaksi antara variabel pribadi (P) dan lingkungan (E). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh terjebak dalam konflik batin tipe menjauh-menjauh akibat tekanan stigma masa lalu dan pengawasan komunal yang menghakimi. Kondisi ini menciptakan tegangan psikis tinggi dan pembatasan ruang hidup yang ekstrem. Akhirnya, tokoh memilih sikap fatalisme sebagai mekanisme pertahanan diri utama untuk mereduksi ketegangan tersebut. penelitian ini membuktikan bahwa identitas individu dalam Al-Hara sangat ditentukan oleh persepsi kolektif masyarakat sekitar.