p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Pharmacia
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDI LITERATUR AKTIVITAS ANTIBAKTERI DARI EKSTRAK DAUN JARAK PAGAR (Jatropha curcas Linn.) TERHADAP BERBAGAI SAMPEL BAKTERI: STUDI LITERATUR AKTIVITAS ANTIBAKTERI DARI EKSTRAK DAUN JARAK PAGAR (Jatropha curcas Linn.) TERHADAP BERBAGAI SAMPEL BAKTERI Irmayanti Irmayanti; Linda Fauziah Ariyani; Wury Damayantie
PHARMACIA Vol. 1 No. 1 (2023): Pharmacy
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi covid-19 telah memicu peningkatan penggunaan antibiotik, dilaporkan 68,9% pasien covid-19 melaporkan penggunaan antibiotik sebelum masuk rumah sakit yang memicu peningkatan angka resistensi antibiotik. Daun jarak pagar (Jatropha curcas Linn.) merupakan salah satu tanaman obat tradisional yang terbukti memiliki kemampuan antibakteri yang sangat baik. Tanaman ini mengandung berbagai zat yang berpotensi untuk digunakan sebagai obat, menurut berbagai penelitian. Masyarakat masih sering menggunakan berbagai obat tradisional sebagai bentuk pengobatan karena secara historis telah digunakan untuk menyembuhkan penyakit dengan efek samping yang lebih ringan dibandingkan pengobatan modern. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun tanaman ini dalam berbagai jenis pelarut. Alkaloid, saponin, tanin, fenol, dan flavonoid merupakan zat aktif yang terdapat pada ekstrak daun dari tanaman ini yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri dimana masing-masing senyawa memiliki mekanisme kerja yang berbeda. Metode penelitian berupa studi literatur dengan mengumpulkan sumber-sumber dari jurnal dalam dan luar negeri yang mungkin terdapat secara online dengan menggunakan mesin pencari Google Scholar. Populasi dalam penelitian ini dengan membaca artikel tentang sifat antibakteri ekstrak daun jarak pagar (Jatropha curcas Linn.) Sampel penelitian masing-masing berasal dari sepuluh jurnal nasional dan internasional. Aktivitas antibakteri ekstrak daun tanaman dipelajari dan hasilnya mengungkapkan klasifikasi zona hambat sedang hingga sangat tinggi. Untuk Escherecia coli, Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermis, Pseudomonas aeruginosa, Klebsiella pneumonia, dan Agrobacterium tumifaciens kategori zona hambat sangat kuat. Kategori zona hambat kuat untuk spesies bakteri Aspergillus niger. Bakteri Porphyromonas gingivalis berada pada kelompok zona hambat sedang.
PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN DI BPSILHK SAMBOJA DENGAN MEMBUAT FORMULASI SABUN CAIR DARI INFUSA DAUN (Clidemia hirta.): Praktik Kerja Lapangan Irmayanti Irmayanti
PHARMACIA Vol. 1 No. 2 (2023): Pharmacy
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan merupakan suatu aspek penting yang mempengaruhi quality of life pada individu anggota tubuh yang berperan penting untuk beraktifitas sehari-hari salah satunya tangan. Sabun cair merupakan suatu sediaan berbasis cair yang dapat digunakan untuk membersihkan kotoran yang ada di kulit, dibuat dari bahan dasar dengan ditambahkannya surfaktan, penstabil busa, pengawet, pewarna serta pewangi yang telah diizinkan, sehingga dapat digunakan untuk sabun mandi tanpa adanya iritasi pada kulit. Salah satu tumbuhan herbal yang dapat berperan dalam sediaan sabun cair ialah Daun herendong bulu (Clidemia Hirta). Tumbuhan herendong bulu (Clidemia Hirta) merupakan salah satu tanaman asli dari Negara tropis dengan nilai ekonomis serta banyak mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, tannin, dan steroid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis suatu sediaan sabun cair dari infusa daun herendong bulu (Clidemia Hirta). Metode penelitian yaitu eksperimental di Laboratarium. Hasil skrining fitokimia ekstrak Clidemia Hirta menunujkkan hasil positif bahwa ektrak dapat bersifat antimikroba dengan adanya senyawa tannin dan saponin, serta positif mengandung senyawa flavonoid, alkaloid dan steroid. Menurut SNI-2588-2017 untuk memenuhi kriteria dari sabun cair yang akan diuji, sabun cair pembersih tangan syarat Ph yang baik ialah 4-10, hasil produk sabun cair yang kami buat menghasilkan nilai pH 7-8 sehingga dapat dikatakan masih masuk dalam syarat SNI.