Ahmad Syafruddin
Pascasarjana, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

RELASI SUAMI–ISTRI DALAM PENAFSIRAN QS AL-NIS?’ [4]:34 DAN [4]:128: STUDI KOMPARATIF TAFSIR KLASIK DAN TAFSIR KONTEMPORER Ahmad Syafruddin; Hidayatullah Ismail
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 9 No. 1 (2025): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Relasi suami–istri dalam keluarga Muslim merupakan salah satu isu sentral dalam tafsir al-Qur’an, khususnya terkait konsep qawwamah dan nusyuz dalam QS al-Nis?’ [4]:34 dan [4]:128. Secara historis, ayat-ayat tersebut kerap dipahami sebagai legitimasi normatif atas kepemimpinan laki-laki dan ketaatan perempuan dalam rumah tangga. Namun, dalam konteks masyarakat Muslim kontemporer, pembacaan literal terhadap tafsir klasik yang lahir dari lingkungan patriarkal memunculkan persoalan keadilan relasional serta berpotensi melegitimasi relasi hierarkis dan kekerasan domestik. Artikel ini bertujuan menganalisis secara komparatif tafsir klasik dan tafsir kontemporer mengenai relasi suami–istri dengan menyoroti perbedaan asumsi epistemologis, metode penafsiran, dan implikasi hermeneutiknya. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif-komparatif, menggunakan tafsir al-?abar? dan Fakhr al-D?n al-R?z? sebagai representasi tafsir klasik, serta Amina Wadud dan M. Quraish Shihab sebagai representasi tafsir kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa tafsir klasik cenderung memposisikan qawwamah sebagai otoritas kepemimpinan laki-laki dan nusyuz sebagai pembangkangan istri dalam kerangka hukum normatif. Sebaliknya, tafsir kontemporer menafsirkan qawwamah sebagai amanah fungsional berbasis tanggung jawab dan keadilan, serta memahami nusyuz sebagai pelanggaran relasi yang dapat dilakukan oleh kedua pihak. Temuan ini menegaskan adanya pergeseran paradigma tafsir menuju model etis-fungsional yang menekankan kemitraan dan keadilan dalam keluarga Muslim.