Wafa Aerin
Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI METODE BERCERITA DENGAN BONEKA TANGAN UNTUK MENINGKATKAN KOSAKATA PADA ANAK USIA 4–5 TAHUN Khuswatun Khasanah; Wafa Aerin
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.11182

Abstract

This study aims to improve the vocabulary of children aged 4–5 years through the implementation of the storytelling method using hand puppet media at TK Pertiwi 14.06.08 Klapasawit. This research employed Classroom Action Research (CAR) using the Kemmis and McTaggart model conducted in two cycles, consisting of planning, action, observation, and reflection stages. The research subjects were 17 children consisting of 7 boys and 10 girls. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The research instrument used an observation sheet of children’s vocabulary skills covering the ability to mention, pronounce, and use verbs and nouns in simple conversations. The data were analyzed descriptively using quantitative methods by calculating the percentage of children’s vocabulary achievement in each cycle. The results showed that the implementation of the storytelling method using hand puppet media was able to improve children’s vocabulary skills. This was indicated by the increase in vocabulary achievement from 49.69% in the pre-cycle to 64.5% in Cycle I and reaching 80% in Cycle II with a good category. The use of hand puppet media created an interesting, enjoyable, and interactive learning atmosphere, making children more active, confident, and courageous in speaking. Therefore, the storytelling method using hand puppet media is effective in improving early childhood vocabulary skills. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kosakata anak usia 4–5 tahun melalui penerapan metode bercerita menggunakan media boneka tangan di TK Pertiwi 14.06.08 Klapasawit. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 17 anak yang terdiri atas 7 anak laki-laki dan 10 anak perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi kemampuan kosakata anak yang mencakup kemampuan menyebutkan, melafalkan, dan menggunakan kata kerja serta kata benda dalam percakapan sederhana. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung persentase ketercapaian kemampuan kosakata anak pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode bercerita menggunakan media boneka tangan dapat meningkatkan kemampuan kosakata anak. Hal ini terlihat dari peningkatan persentase kemampuan kosakata anak pada pra-siklus sebesar 49,69%, meningkat menjadi 64,5% pada siklus I, dan mencapai 80% pada siklus II dengan kategori baik. Penggunaan media boneka tangan mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menarik, menyenangkan, dan interaktif sehingga anak lebih aktif, percaya diri, dan berani berbicara. Dengan demikian, metode bercerita menggunakan media boneka tangan efektif untuk meningkatkan kosakata anak usia dini.
IMPLEMENTASI METODE LEARNING BY DOING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG BILANGAN PADA ANAK USIA 5- 6 TAHUN Titik Kurniati; Wafa Aerin
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.11955

Abstract

This research was motivated by the low ability of children aged 5–6 years to recognize number symbols at TK Pertiwi 14.06.14 Ampih, Buluspesantren District, Kebumen Regency. The study aimed to improve children’s ability to recognize number symbols through the learning by doing method. This research used Classroom Action Research (CAR) based on the Kemmis and Taggart model, consisting of planning, action, observation, and reflection stages. The study was conducted in two cycles involving 16 children in group B. Data were collected through observation and documentation, while data analysis used descriptive quantitative and qualitative techniques. The results showed that the learning by doing method was able to improve children’s ability to recognize number symbols. The percentage of success increased from 35% in the pre-cycle to 62% in cycle I and reached 87% in cycle II. Children became more active, confident, and capable of mentioning, matching, and arranging number symbols correctly. Therefore, the learning by doing method is effective in improving number symbol recognition skills in early childhood. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal lambang bilangan pada anak usia 5–6 tahun di TK Pertiwi 14.06.14 Ampih Kecamatan Buluspesantren Kabupaten Kebumen. Penelitian bertujuan meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan melalui metode learning by doing. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan Taggart yang terdiri atas perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek 16 anak kelompok B. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode learning by doing mampu meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan anak. Persentase keberhasilan pada pra siklus sebesar 35%, meningkat menjadi 62% pada siklus I, dan mencapai 87% pada siklus II. Anak menjadi lebih aktif, percaya diri, serta mampu menyebutkan, mencocokkan, dan mengurutkan lambang bilangan dengan lebih baik. Dengan demikian, metode learning by doing efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan pada anak usia dini.