Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MEDIA BUKU PERAGA HURUF DALAM MENINGKATKAN KOSAKATA ANAK USIA 3-4 TAHUN DI KB PERMATA HATI PEJAWARAN Ririn Furyanti; Wafa Aerin
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.11252

Abstract

Vocabulary skills are a key indicator of language development in early childhood, supporting communication skills and readiness for learning. Based on initial observations at the Permata Hati Pejawaran Playgroup (KB), the children’s vocabulary skills remain low, as evidenced by their limited ability to name letters, distinguish similar letters, and match letters with pictures. Therefore, efforts to improve these skills are needed through the use of letter-based picture books that can provide effective and engaging visual and verbal stimulation. This study aims to improve children’s vocabulary. It employs a Classroom Action Research approach conducted over two cycles, each consisting of three sessions involving 13 children aged 3–4 years (7 boys and 6 girls). Data collection techniques included observation and documentation. The results showed an improvement in the children’s vocabulary: prior to the intervention, 36% fell into the “not yet developed” (BB) category; in Cycle I, the average score of 51% placed them in the “beginning to develop” (MB) category; and in Cycle II, the average score of 85% placed them in the “very well developed” (BSB) category. With the success criteria of over 75% met in Cycle II, this study was deemed successful. Therefore, it can be concluded that the letter-based visual aids are effective in improving the vocabulary of 3- to 4-year-old children at the Permata Hati Pejawaran. ABSTRAK Kemampuan kosakata merupakan indikator penting dalam perkembangan bahasa anak usia dini yang mendukung kemampuan komunikasi dan kesiapan belajar. Berdasarkan hasil observasi awal di Kelompok Bermain (KB) Permata Hati Pejawaran, kemampuan kosakata anak masih rendah, terlihat dari keterbatasan anak menyebutkan huruf, membedakan huruf yang mirip dan mencocokan huruf dengan gambar. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan melalui penggunaan media buku peraga huruf yang mampu memberikan stimulasi visual dan verbal secara efektif dan menarik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kosakata anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus terdiri atas tiga pertemuan dengan melibatkan 13 anak usia 3-4 tahun yang terdiri dari 7 anak laki-laki dan 6 anak perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kosakata anak pada saat pra tindakan 36% masuk pada kategori belum berkembang (BB), pada siklus I nilai rata-rata sebesar 51% berada dalam kategori mulai berkembang (MB), dan pada siklus II diperoleh nilai rata-rata sebesar 85% kategori berkembang sangat baik  (BSB). Dengan tercapainya kriteria keberhasilan lebih dari 75% pada Siklus II, penelitian ini dinyatakan berhasil. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa buku peraga huruf efektif dalam meningkatkan kosakata anak usia 3-4 tahun di KB Permata Hati Pejawaran
Empowering Communities through Ecobrick-Based Environmental Literacy for Sustainable Plastic Waste Management Anti Isnaningsih; Wafa Aerin; Iys Nur Handayani; Rifangi Munir; Umi Ma'rifatul; Etha Kurnia Widi; Vera Yuliana; Asyitul Khotimah; Farid muadzin; Ramaditya Sindu; Rizki Imam Khudori; Mukhtar Nazir
Communautaire: Journal of Community Service Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Al-Qalam Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61987/communautaire.v5i1.1297

Abstract

This community service program aimed to empower communities through ecobrick-based environmental literacy as an innovative approach to plastic waste management. The program was implemented using a participatory approach, with several stages: observation, problem identification, socialization, training, and continuous mentoring to encourage active community participation. The activities focused on increasing public awareness of environmental issues and on promoting practical solutions to reduce plastic waste through ecobrick production. The results showed that community members, especially women's groups and youth organizations, were able to transform plastic waste into ecobricks that were further utilized as functional products, such as plant pots and simple waste bins. In addition, the program successfully improved community understanding of environmental cleanliness, waste reduction, and the importance of sustainable environmental practices. The implications of this program suggest that ecobrick-based environmental literacy can be an effective strategy for strengthening community participation, encouraging environmentally responsible behavior, and supporting sustainable plastic waste management at the local level. Furthermore, the program fostered long-term environmental awareness and collective responsibility within the community.
PENINGKATAN KOSAKATA ANAK MELALUI PERMAINAN KOTAK MISTERI PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN Isrovia Nur Atika Isnaeni; Wafa Aerin
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.10474

Abstract

Language development, particularly vocabulary mastery, is a crucial foundation for communication and academic success in early childhood, yet students at BA Aisyiyah 1 Wanadadi exhibit limited verbal expression. This study focuses on improving the vocabulary of 4-5 year old children through the innovation of the mystery box game. The method applied is Classroom Action Research (CAR) using the Kemmis and McTaggart model which includes the stages of planning, implementation, observation, and reflection in two cycles on twenty-two research subjects. Data collection instruments include systematic observation, visual documentation, and field notes to accurately record children's cognitive and affective development. Quantitative findings show a significant increase in vocabulary mastery: from the pre-action condition of only 36%, increasing to 68% in cycle I, and reaching the success criteria of 85% in cycle II. These results prove that stimulation through touching and guessing objects in the mystery box effectively triggers curiosity and strengthens children's linguistic memory in a multisensory manner. In conclusion, the mystery box game is an effective and fun pedagogical strategy to transform children from passive to active speakers, so it is highly recommended for PAUD educators in optimizing the golden age of students' language development in the school environment to realize brilliant academic achievements through continuous and educational interactions for them. ABSTRAK Pengembangan kemampuan bahasa, khususnya penguasaan kosakata, merupakan fondasi krusial bagi komunikasi dan kesuksesan akademik anak usia dini, namun peserta didik di BA Aisyiyah 1 Wanadadi menunjukkan keterbatasan ekspresi verbal. Penelitian ini berfokus pada peningkatan kosakata anak usia 4-5 tahun melalui inovasi permainan kotak misteri. Metode yang diterapkan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menggunakan model Kemmis dan McTaggart yang mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi dalam dua siklus terhadap dua puluh dua subjek penelitian. Instrumen pengumpulan data meliputi observasi sistematis, dokumentasi visual, dan catatan lapangan untuk merekam perkembangan kognitif serta afektif anak secara akurat. Temuan kuantitatif menunjukkan lonjakan signifikan dalam penguasaan kosakata: dari kondisi pra-tindakan yang hanya mencapai 36%, naik menjadi 68% pada siklus I, hingga mencapai kriteria keberhasilan sebesar 85% pada siklus II. Hasil ini membuktikan bahwa stimulasi melalui perabaan dan penebakan benda dalam kotak misteri efektif memicu rasa ingin tahu serta memperkuat daya ingat linguistik anak secara multisensori. Simpulannya, permainan kotak misteri merupakan strategi pedagogis yang efektif serta menyenangkan untuk mentransformasi anak dari pasif menjadi aktif berbicara, sehingga sangat direkomendasikan bagi pendidik PAUD dalam mengoptimalkan masa keemasan perkembangan bahasa peserta didik di lingkungan sekolah guna mewujudkan prestasi akademik yang gemilang melalui interaksi yang berkelanjutan serta edukatif bagi mereka.