Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penguatan Literasi Digital untuk Meningkatkan Kemampuan Verifikasi Informasi Akademik di Era Generative AI Wahyu Widaningsih; Haidar Nashir Nugroho; M. Lare Atthaillah Hidayat; Fadkhuli Nur Faiq; Fachrenza Zachary Cahya Putra
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 3 No. 11 (2026): NJMS - Juni 2026
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan hadirnya Generative Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan. Berbagai platform AI generatif seperti chatbot, mesin pencari berbasis AI, dan alat bantu penulisan akademik mampu memberikan informasi secara cepat dan mudah diakses. Namun, kemudahan tersebut juga menimbulkan tantangan berupa munculnya informasi yang tidak akurat, bias, atau bahkan tidak memiliki sumber yang jelas. Oleh karena itu, kemampuan verifikasi informasi akademik menjadi keterampilan penting yang harus dimiliki oleh mahasiswa dan civitas akademika. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pentingnya penguatan literasi digital dalam meningkatkan kemampuan verifikasi informasi akademik di era Generative AI. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai jurnal dan publikasi ilmiah yang relevan dalam lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa literasi digital berperan penting dalam membantu pengguna mengevaluasi kredibilitas sumber, memverifikasi informasi, serta menggunakan teknologi AI secara kritis dan bertanggung jawab. Penguatan literasi digital dapat dilakukan melalui integrasi dalam kurikulum, pelatihan keterampilan informasi, serta pengembangan budaya akademik yang mendukung penggunaan teknologi secara etis. Dengan demikian, literasi digital menjadi fondasi penting dalam menjaga kualitas informasi akademik di era digital
Peran Program Magang dalam Meningkatkan Keterampilan Makeup Mahasiswa Pendidikan Kecantikan: Penelitian Wahyu Widaningsih; Ayu Fella Shifa; Axcel Martsanda; Trisnani Widowatisari; Anik Maghfiroh; Rina Hidayah; Adisty Husna; Nawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.7053

Abstract

Industri kecantikan yang terus berkembang pesat menuntut ketersediaan tenaga kerja yang tidak hanya berbekal pengetahuan akademis, tetapi juga memiliki keterampilan teknis yang terukur dan aplikatif. Program magang di studio makeup artis dipandang sebagai salah satu instrumen paling efektif dalam menjembatani kesenjangan antara pendidikan formal dan tuntutan dunia industri kecantikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran program magang dalam meningkatkan keterampilan makeup mahasiswa pendidikan kecantikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus, melibatkan dua puluh mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Rias yang telah merampungkan magang minimal tiga bulan di studio makeup artis profesional. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan telaah dokumen portofolio. Analisis data menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian mengidentifikasi empat domain perkembangan utama, yaitu penguatan kompetensi teknis aplikasi makeup, pematangan kepekaan estetika dan adaptasi artistik, pengembangan kecakapan interpersonal dan manajemen klien, serta pembentukan mentalitas dan etos kerja profesional. Penelitian juga menemukan bahwa efektivitas magang sangat ditentukan oleh kualitas supervisi, keragaman pengalaman kerja, keselarasan kurikulum dengan kebutuhan industri, dan motivasi intrinsik mahasiswa. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kemitraan strategis antara institusi pendidikan dan industri kecantikan dalam pengembangan program magang yang terstruktur dan berkelanjutan.
Analisis Cukur, Waxing, dan Krim Pada Hair Removal Ketiak Paling Efektif dan Ekonomis bagi Mahasiswi PKK: Penelitian Mia Hafizah Tumangger; Taofan Ali Achmadi; Wahyu Widaningsih; Faza Zahra Hendriyana; Dewinta Putri Sahbrina; Nabila Avrilian Farohmah; Maulidya Eka Putri; Evi Veronika
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4988

Abstract

This study aims to analyze the comparison of three underarm hair removal methods shaving, waxing, and depilatory cream in terms of effectiveness, comfort, irritation risk, and cost efficiency among students of the Family Welfare Education (PKK) Study Program. The research employed a qualitative approach with a case study design involving 25 students who regularly perform hair removal. Data were collected through structured surveys and in-depth interviews, then analyzed inductively to identify key themes. The findings reveal that shaving is preferred for its practicality and low cost, waxing is the most effective and long-lasting method, while depilatory creams are considered the most comfortable and suitable for sensitive skin. The study concludes that no single method is universally superior; the optimal choice depends on balancing practicality, effectiveness, comfort, and individual skin conditions.