Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perancangan Media Kampanye Sosial Konservasi Penyu Pantai Pangumbahan Ujung Genteng Sukabumi Dimas Firmansyah; Karna Mustaqim
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 3 No. 11 (2026): NJMS - Juni 2026
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki keanekaragaman jenis satwa tertinggi di dunia dengan tingkat kepunahan yang cukup tinggi. Penyu adalah bagian dari keanekaragaman hayati langka di Indonesia. Penyu (Sea Turtle) termasuk dalam kategori hewan yang dilindungi di seluruh dunia yang disinyalir terancam punah (Red List of Threatened Species), sehingga diperlukan langkah serius untuk melindungi hewan Penyu termasuk yang ada di Indonesia melalui suatu balai perlindungan dan penangkaran Penyu yaitu Konservasi Penyu. Konservasi Penyu sangat penting dalam hal menjaga keanekaragaman hayati alami di lautan. Sayangnya Penyu menghadapi banyak ancaman di alam liar. Ancaman tersebut meliputi hilangnya habitat, penangkapan baik sengaja maupun tidak sengaja, perdagangan Penyu peliharaan maupun konsumsi hewan Penyu oleh masyarakat tertentu. Sebagian besar spesies Penyu memiliki tingkat reproduksi yang rendah, dan hilangnya beberapa jenis ekor Penyu saja dapat berdampak drastis pada keseimbangan populasi secara keseluruhan, sehingga upaya konservasi menjadi sangat penting. Salah satu daerah konservasi Penyu di Indonesia terdapat di Pantai Pangumbahan, Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi, provinsi Jawa Barat. Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sukabumi sebagai pihak pengelola konservasi Penyu Pantai Pangumbahan bersama dengan komunitas Kelompok Masyarakat Konservasi Penyu (KMKP) Pantai Pangumbahan mengadakan aksi kampanye sosial yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar selalu menjaga, melindungi dan melestarikan hewan Penyu Pantai Pangumbahan dari ancaman kepunahan