Maya Safitri
Universitas Lambung Mangkurat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Inkubasi Wirausaha Mikro Berbasis Upcycling Minyak Jelantah dan Biomassa Organik pada Kelompok PKK Komplek Pelangi Jaya Lestari, Banjarbaru M. Ikhwan Najmi; Maya Safitri; Tetti Novalina Manik; Suryajaya Suryajaya; Ninis Hadi Haryanti
KENDURI : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/kenduri.v6i1.2092

Abstract

Permasalahan limbah domestik, khususnya minyak jelantah, menjadi tantangan serius di kawasan perkotaan seperti Banjarbaru, yang menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan. Di sisi lain, kelompok masyarakat seperti ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Komplek Pelangi Jaya Lestari memiliki potensi namun membutuhkan kegiatan produktif untuk meningkatkan kesejahteraan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK dalam mengolah limbah minyak jelantah dan limbah organik dapur menjadi produk bernilai ekonomi, yaitu lilin aromaterapi dan eco-enzyme. Metode pelaksanaan program yang berlangsung dari Juni hingga Agustus 2025 ini menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi sosialisasi, pelatihan teknis multi-modul (penjernihan minyak, pembuatan eco-enzyme, dan produksi lilin), serta pendampingan kewirausahaan yang diikuti oleh 25 anggota PKK. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan peserta sebesar 148% berdasarkan analisis pre-test dan post-test (p<0.05). Sebanyak 92% peserta berhasil menguasai keterampilan teknis, dengan total produksi mencapai 250 unit lilin aromaterapi dari 15 liter minyak jelantah terkumpul dan 10 liter eco-enzyme. Analisis biaya produksi menunjukkan potensi margin keuntungan sebesar 60% per produk, membuka peluang pendapatan tambahan bagi rumah tangga. Program ini berhasil memberdayakan masyarakat dengan mengubah paradigma terhadap limbah, membangun keterampilan baru, dan menginisiasi unit usaha mikro berbasis komunitas, sehingga menawarkan model yang efektif dan dapat direplikasi untuk pemberdayaan masyarakat perkotaan yang berkelanjutan.