This Author published in this journals
All Journal Ghulamuna
Muh Yusuf
Sekolah Tinggi Agama Islam Tri Bhakti At-Taqwa, Lampung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

INTEGRASI KONSEP STEM DALAM PENGAJARAN BAHASA INGGRIS DI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI: PENDEKATAN TEMATIK DAN KONTEKSTUAL Zainollah; Muh Yusuf
GHULAMUNA: JOURNAL OF EARLY CHILDHOOD EDUCATION Vol. 3 No. 2 (2026): GHULAMUNA : Journal of Early Childhood Education
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Institut Kariman Wirayudha Sumenep Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji praktik integrasi pembelajaran STEM dan Bahasa Inggris dalam konteks pendidikan anak usia dini berbasis pesantren di TK Al-Ghazali Kabupaten Pamekasan. Tujuan utama penelitian adalah untuk mengeksplorasi bagaimana pendekatan tematik yang reflektif dan berbasis aktivitas nyata dapat menggabungkan konsep sains, teknologi, rekayasa, dan matematika dengan pengenalan Bahasa Inggris yang kontekstual dan bermakna. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi hasil karya anak sebagai data utama. Data dianalisis secara deskriptif melalui pendekatan tematik dan interpretatif untuk mengidentifikasi pola integrasi pembelajaran dalam aktivitas sehari-hari anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah secara intuitif mengintegrasikan komponen STEM melalui kegiatan seperti menanam kacang hijau, mencatat cuaca harian, dan bermain mencari bentuk, dengan penggunaan kosakata Bahasa Inggris sederhana yang digunakan anak dalam interaksi spontan. Setiap aspek STEM tampil dalam aktivitas eksploratif yang sesuai dengan tahap perkembangan anak usia dini, didukung oleh lingkungan belajar yang kaya nilai lokal dan religius. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi pembelajaran STEM dan Bahasa Inggris dalam pendekatan tematik dapat meningkatkan kompetensi kognitif, komunikasi, dan karakter anak secara simultan. Model pembelajaran ini berpotensi menjadi rujukan bagi pengembangan kurikulum PAUD berbasis budaya dan transdisipliner yang relevan dengan kebutuhan lokal dan tantangan pendidikan masa depan.