Suci Ramadhani
Jurusan Arsitektur, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Konsep Geometri Alam Pada Bentuk Bangunan Komplek Pondok Pesantren Al Fatah 2 Fajar Hadi Suprayitno; Siti Azizah; Suci Ramadhani
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 7, No 1 (2026): TEKSTUR (Jurnal Arsitektur)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2026.v7i1.8834

Abstract

Penelitian ini membahas penerapan konsep geometri alam pada fasad bangunan di Komplek Pondok Pesantren Al Fatah 2 di Sidoarjo. Latar belakang penelitian didasarkan pada kebutuhan akan desain pesantren yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki identitas arsitektur Islami serta mampu merespons kondisi iklim tropis secara berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, melalui studi lapangan dan studi literatur untuk menganalisis kondisi tapak, konsep desain, serta pendekatan arsitektur yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan geometri alam melalui pola keteraturan, pengulangan, dan simetri mampu menghasilkan fasad yang estetis, bermakna filosofis, dan fungsional. Konsep ini diwujudkan melalui transformasi bentuk seperti analogi gunung, pola bintang berulang, serta elemen lengkung Islami yang mencerminkan nilai tauhid dan keseimbangan. Selain itu, penggunaan elemen seperti secondary skin dan bukaan geometris juga berperan dalam meningkatkan kenyamanan termal melalui pencahayaan dan ventilasi alami. Kesimpulannya, integrasi konsep geometri alam dalam arsitektur Islami mampu menciptakan desain pesantren yang adaptif, berkelanjutan, serta memiliki identitas kuat, sehingga dapat menjadi referensi dalam pengembangan arsitektur pendidikan Islam di masa depan.
Perencanaan dan Perancangan Kawasan Wisata Budaya Pulau Kumala di Tenggarong, Kalimantan Timur Wahyuda Wahyuda; Suci Ramadhani; Sigit Hadi Laksono
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 7, No 1 (2026): TEKSTUR (Jurnal Arsitektur)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2026.v7i1.8703

Abstract

Pulau Kumala merupakan sebuah pulau di daerah delta di Sungai Mahakam yang memanjang di sebelah Barat Kota Tenggarong. Pada tahun 2000, Pulau Kumala mulai dibangun menjadi kawasan wisata andalan kota Tenggarong. Hanya saja dalam pengelolaan masih kurang optimal. Hingga pada tahun 2009, Pulau Kumala diakuisisi oleh pihak swasta yaitu PT El John Tirta Emas, namun di tengah jalan mengalami pailit dan pada akhirnya Pulau Kumala mulai sepi diminati pengunjung karena fasilitasnya tidak dirawat dan dikelola dengan baik. Maksud dari proyek ini adalah untuk merancang Pulau Kumala sebagai destinasi wisata budaya yang menarik dan berkelanjutan di Kota Tenggarong. belum tersedianya pusat budaya lokal yang lengkap dan terintegrasi menyebabkan Pulau Kumala belum mampu berfungsi sebagai wadah edukasi dan pelestarian budaya bagi masyarakat Kalimantan Timur, Oleh karena itu, diperlukan suatu perencanaan dan perancangan kawasan wisata budaya yang mampu menghidupkan kembali fungsi Pulau Kumala sebagai destinasi unggulan, Proyek ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi alam, infrastruktur dan budaya yang ada dengan sasaran meningkatkan jumlah wisatawan untuk berkunjung ke Pulau Kumala sekaligus meningkatkan perekonomian lokal Pulau Kumala dipilih sebagai lokasi pengembangan wisata adalah karena Pulau ini merupakan ikon Kota Tenggarong sejak tahun 2000 namun sayangnya masih banyak potensi yang belum digarap dengan optimal. Perencanaan dan perancangan kawasan wisata budaya Pulau Kumala bertujuan untuk menghidupkan kembali kawasan melalui penataan ruang yang terarah, penyediaan fasilitas budaya, serta integrasi fungsi edukasi, rekreasi, dan pelestarian budaya. Diharapkan perancangan ini dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan daya tarik wisata Pulau Kumala, mengaktifkan kembali Pulau Kumala sebagai destinasi unggulan, serta memperkuat identitas budaya daerah Kalimantan Timur.