Roza Cyintia Salwa Azhar
Program Studi Magister Administrasi Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Strategis Kepemimpinan Transformasional dalam Menghadapi Permasalahan di SMA Negeri Art Gustina Anugerahwati Soekarno; Roza Cyintia Salwa Azhar; Tri Anasari; Wafrotur Rohmah; Darsinah
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v12i2.18564

Abstract

Transformasi pendidikan di era Education 4.0 dan implementasi Kurikulum Merdeka menuntut kepala sekolah untuk memiliki kapasitas kepemimpinan yang adaptif, visioner, dan responsif terhadap perubahan organisasi pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam manajemen strategis untuk mengatasi berbagai permasalahan sekolah dan meningkatkan mutu pendidikan di SMA Negeri Art. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus eksploratif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap kepala sekolah, wakil kepala sekolah, serta guru yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan melalui verifikasi berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan empat dimensi utama kepemimpinan transformasional, yaitu idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individualized consideration dalam menghadapi tantangan institusional. Implementasi kepemimpinan tersebut tercermin melalui penguatan budaya organisasi, digitalisasi pembelajaran berbasis hybrid learning, pengembangan kompetensi guru melalui in-house training, serta pemberdayaan psikologis warga sekolah. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional berkontribusi signifikan terhadap peningkatan mutu pendidikan melalui penguatan kualitas pembelajaran, peningkatan profesionalisme guru, dan peningkatan prestasi siswa di tingkat regional maupun nasional. Penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan transformasional tidak hanya berfungsi sebagai instrumen manajerial, tetapi juga menjadi mekanisme strategis dalam menciptakan ekosistem sekolah yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan di tengah disrupsi pendidikan kontemporer.
REKONSTRUKSI EPISTEMOLOGI PENELITIAN: ANALISIS KOMPARATIF PARADIGMA POSITIVISTIK DAN INTERPRETIVISTIK DALAM KAJIAN EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING Arif Fahrudin; Arif Rumiyadi; Roza Cyintia Salwa Azhar; Yusuf Nurrahman; Harsono
Jurnal Dinamika Sosial dan Sains Vol. 2 No. 8 (2025): Jurnal Dinamika Sosial dan Sains
Publisher : CV.Sentral Bisnis Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jdss.v2i8.216

Abstract

Penelitian ini bertujuan merekonstruksi epistemologi penelitian melalui analisis komparatif antara paradigma positivistik dan interpretivistik dalam mengkaji efektivitas model pembelajaran blended learning. Paradigma positivistik menekankan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu menggunakan desain Non-Equivalent Control Group Design. Desain ini melibatkan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang memperoleh perlakuan blended learning dan kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran konvensional tatap muka penuh. Sebaliknya, paradigma interpretivistik menekankan pemahaman makna melalui studi pustaka dan Systematic Literature Review yang mengacu pada pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Melalui metode tersebut, penelitian ini menguraikan perbedaan asumsi ontologis, epistemologis, dan metodologis kedua paradigma serta relevansinya dalam mengevaluasi blended learning. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendekatan positivistik efektif mengukur dampak terukur seperti hasil belajar, sedangkan pendekatan interpretivistik lebih mampu menjelaskan interaksi, pengalaman, dan persepsi peserta didik selama proses pembelajaran. Oleh karena itu, kombinasi keduanya dalam pendekatan mixed methods direkomendasikan untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif, mendalam, dan kontekstual.