Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kebutuhan pengayaan sastra berbasis cerita rakyat lokal dalam pembelajaran sastra di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain analisis kebutuhan. Data diperoleh melalui wawancara dengan satu orang guru sekolah dasar di Kabupaten Ciamis, angket yang diisi oleh 30 siswa mulai dari kelas IV sekolah dasar hingga kelas VII, yang tersebar di beberapa sekolah di Kabupaten Ciamis, serta analisis dokumen berupa buku teks dan buku pengayaan sastra yang digunakan di sekolah. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan dengan menjaga keabsahan data melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan bahan pengayaan sastra di sekolah dasar masih belum optimal dan cenderung bergantung pada buku teks utama. Representasi cerita rakyat lokal dalam bahan pengayaan sastra masih minim, sehingga potensi budaya lokal belum dimanfaatkan secara maksimal dalam pembelajaran sastra. Dari sisi siswa, ditemukan bahwa siswa memiliki minat yang tinggi terhadap kegiatan membaca cerita, terutama cerita yang disajikan dengan ilustrasi visual. Namun, guru menghadapi kendala dalam memanfaatkan cerita rakyat lokal karena keterbatasan bahan ajar yang sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar, terutama dari aspek bahasa, alur cerita, dan media pendukung. Temuan ini menunjukkan perlunya pengayaan sastra berbasis cerita rakyat lokal yang disajikan secara adaptif, kontekstual, dan ramah anak agar pembelajaran sastra di sekolah dasar dapat berlangsung lebih efektif dan bermakna.