Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Pendidikan Nilai Islam dalam Pembelajaran Al-Qur’an dan Hadis Untuk Pembentukan Karakter Siswa Arif Khoirun Nasikhin; Mukh Nursikhin
Cermat : Jurnal Cendekiawan dan Riset Multidisiplin Akademik Terintegrasi Vol. 2 No. 2 (2026): Mei-Agustus
Publisher : SMA Negeri 1 Bangkinang Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cermat.v2i2.215

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan nilai-nilai Islam dalam pembelajaran Al-Qur’an dan Hadis sebagai upaya pembentukan karakter peserta didik. Pendidikan Agama Islam memiliki peranan strategis dalam membentuk peserta didik agar tidak hanya berkembang pada aspek intelektual, tetapi juga memiliki karakter Islami, seperti sikap jujur, disiplin, tanggung jawab, berakhlak mulia, serta mampu mengamalkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui kajian terhadap berbagai sumber literatur, seperti buku, jurnal ilmiah, artikel akademik, hasil penelitian terdahulu, serta dokumen lain yang berkaitan dengan pendidikan nilai Islam. Analisis data dilakukan dengan teknik content analysis secara deskriptif kualitatif untuk memahami, menafsirkan, dan mendeskripsikan makna yang terkandung dalam berbagai sumber tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan nilai Islam dalam pembelajaran Al-Qur’an dan Hadis dapat dilakukan melalui integrasi nilai-nilai Islami ke dalam materi pembelajaran, pemberian keteladanan oleh guru (uswah hasanah), pembiasaan perilaku positif, serta penggunaan metode pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan berbasis teknologi. Penerapan tersebut memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan karakter peserta didik, khususnya dalam menanamkan sikap disiplin, tanggung jawab, kejujuran, dan akhlakul karimah. Keberhasilan implementasi pendidikan nilai Islam dipengaruhi oleh sejumlah faktor pendukung, di antaranya ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan, budaya sekolah yang positif, motivasi pendidik, dukungan orang tua, serta lingkungan yang kondusif. Sementara itu, faktor penghambat meliputi kurangnya konsistensi pendidik dalam melakukan pembinaan, minimnya dukungan sebagian orang tua, keberagaman karakter peserta didik, serta pengaruh negatif lingkungan pergaulan. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang baik antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan pendidikan karakter yang efektif, berkelanjutan, dan selaras dengan nilai-nilai Islam.
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DALAM TANTANGAN DISRUPSI SOSIOLOGIS: KONSTRUKSI KARAKTER SISWA MADRASAH TSANAWIYAH KOTA SALATIGA Arif Khoirun Nasikhin; Nafingatun; Arya Angga Dinata Saputra; Sa’adi
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.15768

Abstract

This study aims to analyze the sociological dynamics of Islamic Religious Education (PAI) in constructing student character at Madrasah Tsanawiyah (Islamic Junior High School) in Salatiga. This study employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews with the school principal, teachers, and students, as well as documentation at MTs Negeri Kota Salatiga. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing, using triangulation techniques to ensure the validity of the findings. Analyzing the data through the lens of Peter L. Berger and Thomas Luckmann's social construction theory, the results indicate that Islamic Religious Education functions as a mechanism for socialization and social control in addressing digital era challenges among students at MTs Negeri Kota Salatiga. Student character building is carried out through religious habituation, teacher role modeling, strengthening digital literacy, and collaboration between the school, families, and the community. The characters formed include religiosity, discipline, honesty, responsibility, social awareness, and politeness. This character-building process takes place through externalization, objectivation, and internalization. The religious values formulated by the madrasah are institutionalized into the school culture and subsequently internalized by the students as behavioral guidelines in their daily lives. This study reinforces that successful character education in the era of disruption requires synergy between the madrasah's religious culture, teacher role modeling, and the strengthening of digital literacy based on Islamic values.