Lisan Auliya Rizkandini
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Identifikasi dan Analisa Potensi Bahaya Pada Area Kerja QC HSM Menggunakan Metode HIRA (Hazard Identification And Risk Assessment) di Perusahaan Produksi Besi dan Baja X Ade Sri Mariawati; Lisan Auliya Rizkandini; Nustin Merdiana Dewantari; Yayan Harry Yadi; Aditya Rahadian Fachrur
Journal of Systems Engineering and Management Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/joseam.v5i1.40393

Abstract

Perusahaan produksi besi dan baja X merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang produksi besi dan baja dengan berbagai hasil produk, seperti hot strip coil, cold rolled coil, wire rod, billet, dan slab. Dalam proses produksinya, pengendalian kualitas menjadi aspek penting untuk memastikan produk yang dihasilkan memiliki mutu yang baik dan mampu bersaing di pasar industri. Oleh karena itu, divisi Quality Control (QC) memiliki peran penting dalam melakukan pengawasan dan monitoring kualitas produk selama proses produksi berlangsung. Berdasarkan data potensi bahaya perusahaan, aktivitas pada bagian QC Hot Strip Mill (HSM) masih memiliki berbagai potensi bahaya yang berisiko menimbulkan kecelakaan kerja bagi pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis potensi bahaya pada area QC HSM menggunakan metode Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 39 potensi bahaya yang teridentifikasi pada 8 area kerja utama. Area inspeksi Shearing Line 2 dan inspeksi Skin Pass Mill merupakan area dengan jumlah potensi bahaya terbanyak. Sementara itu, potensi bahaya dengan tingkat risiko tertinggi adalah kebisingan yang termasuk dalam kategori extreme risk. Upaya pengendalian yang direkomendasikan untuk mengurangi dampak kebisingan adalah penggunaan alat pelindung diri berupa ear plug. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam meningkatkan sistem keselamatan dan kesehatan kerja pada area QC HSM.