Muhammad Arya All Fajri
Universitas Sriwijaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

LoTQA: Local Benchmarking of Large Language Models for Table Question Answering Muhammad Arya All Fajri; Muhammad Ikhsan Rizki Pratama; Firdaus Firdaus; Abdiansah Abdiansah
Computer Engineering and Applications Journal Vol. 15 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18495/comengapp.v15i2.1350

Abstract

TableQA memainkan peran penting dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data dan meningkatkan efisiensi pencarian informasi. Penggunaan Large Language Models (LLM) melalui layanan cloud atau API eksternal memungkinkan sistem untuk secara otomatis memahami struktur tabel dan konteks pertanyaan, melakukan generalisasi, penalaran kontekstual, dan memahami hubungan semantik antar entitas dalam tabel untuk menghasilkan jawaban yang lebih relevan dan akurat. Pendekatan ini mengakibatkan peningkatan signifikan dalam biaya komputasi, potensi risiko keamanan data, dan keterbatasan dalam pengembangan, kustomisasi, dan pengujian model. Penelitian ini mengusulkan LoTQA untuk tugas TableQA. LoTQA adalah pendekatan yang memanfaatkan eksekusi lokal untuk mengevaluasi dan membandingkan metode LLM dalam menghasilkan jawaban dari data tabel terstruktur. Evaluasi kinerja pada LoTQA (Qwen3:4b, LoRA Fine-tuned) memperoleh nilai SacreBLUE sebesar 8,613, BLEU-1 sebesar 35,623, BLEU-2 sebesar 26,592, BLEU-3 sebesar 22,723, ROUGE-1 sebesar 0,364, ROUGE-2 sebesar 0,177, ROUGE-L sebesar 0,311, dan METEOR sebesar 0,317. Hasil ini menunjukkan bahwa metode LoTQA cukup baik dalam menyediakan kalimat yang bermakna secara semantik untuk prediksi, bahkan dengan sumber daya yang rendah. Hasil evaluasi kinerja untuk setiap model LLM yang digunakan menunjukkan bahwa model Qwen3:4b mencapai skor tertinggi untuk SacreBLEU, ROUGE-1, ROUGE-2, ROUGE-L, dan METEOR. Studi ini menunjukkan bahwa LoTQA berkinerja cukup baik pada tugas TableQA, meskipun dengan sumber daya yang rendah.
Perbandingan Algoritma CART Dan AdaBoost Pada Klasifikasi Demensia Muhammad Arya All Fajri; M Aldi Saputra; Anita Desiani; Bambang Suprihatin; Herlina Hanum
FORMAT Vol 15 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/format.2026.v15.i1.002

Abstract

Demensia merupakan gangguan kesehatan ditandai dengan penurunan daya ingat, kemampuan kognitif, dan perilaku yang mengganggu aktivitas pada kehidupan sehari-hari. Masyarakat kurang mendapatkan informasi mengenai deteksi dini demensia yang disebabkan terbatasnya fasilitas kesehatan. Klasifikasi menggunakan data mining dapat membantu deteksi dini demensia. Penelitian ini bertujuan membandingkan algoritma CART dan AdaBoost untuk melihat metode yang paling efektif digunakan pada klasifikasi demensia. Pembagian data dilakukan menggunakan metode percentage split dan k-fold cross-validation. Percentage split membagi data menjadi dua bagian dengan 70% data pelatihan dan 30% data pengujian. K-fold cross-validation mengelompokkan data dengan 1 kelompok data menjadi data pengujian dan 9 kelompok data lainnya menjadi data pengujian yang dilakukan berulang pada setiap kelompok data sebanyak 10 kali. ADASYN digunakan untuk menyeimbangkan data pada setiap kelas. Hasil evaluasi kinerja pada kedua algoritma menunjukkan AdaBoost menggunakan ADASYN dan k-fold cross-validation memiliki nilai tertinggi untuk akurasi, presisi, recall, f1-score, dan ROC-AUC masing-masing sebesar 92.52%, 92.11%, 92.52%, 91.46%, dan 96.85%. Hasil ini menunjukkan bahwa algoritma AdaBoost sangat baik dalam memprediksi seluruh demensia dengan benar, mempertahankan keseimbangan antara presisi dan recall, dan membedakan tiga kelas demensia. Hasil penelitian menunjukkan keunggulan pendekatan ensemble learning dalam menangani variasi data dan meningkatkan stabilitas model klasifikasi demensia. Penelitian ini menunjukkan bahwa AdaBoost memiliki performa yang sangat baik dibandingkan CART pada klasifikasi demensia.