Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Neo Weberian State dalam Kebijakan Publik: Inovasi Pelayanan Publik dan Kinerja Pelayanan Publik di Era Administrasi Modern Yanuar Rizki; Bintoro Wardiyanto; Mhd. Zamal Nasution
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 6 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/hqqbp335

Abstract

Neo Weberian State (NWS) merupakan paradigma administrasi publik yang mengintegrasikan prinsip birokrasi klasik Weberian dengan pendekatan modern yang berorientasi pada pelayanan masyarakat dan hasil kinerja. Konsep ini dikembangkan oleh Pollitt dan Bouckaert (2004) sebagai respon terhadap keterbatasan New Public Management yang cenderung mengurangi peran negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Neo Weberian State dalam kebijakan publik serta mengkaji bagaimana pendekatan tersebut mampu mendorong inovasi pelayanan publik yang outstanding. Hasil kajian menunjukkan bahwa Neo Weberian State mampu menciptakan keseimbangan antara stabilitas birokrasi dan fleksibilitas inovasi melalui penguatan profesionalisme aparatur, akuntabilitas publik, serta orientasi pelayanan masyarakat. Inovasi pelayanan publik yang outstanding ditandai dengan dampak signifikan, keberlanjutan, dan kemampuan untuk direplikasi secara luas. Temuan ini sejalan dengan Borins (2014) yang menegaskan bahwa inovasi merupakan faktor kunci dalam peningkatan kinerja sektor publik. Implementasi Neo Weberian State masih menghadapi berbagai tantangan, seperti budaya birokrasi yang kaku, keterbatasan kompetensi aparatur, serta resistensi terhadap perubahan. Oleh karena itu, diperlukan komitmen pemerintah dalam memperkuat reformasi birokrasi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta mendorong digitalisasi pelayanan publik guna mewujudkan pelayanan yang efektif, efisien, transparan, inklusif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat secara berkelanjutan. Penelitian ini juga menegaskan pentingnya sinergi antara kebijakan publik dan inovasi kelembagaan dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang adaptif, kolaboratif, dan berdaya saing tinggi di era globalisasi dan transformasi digital sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara merata dan berkeadilan.
Psychological, Learning, and Behavioral Factors Associated with Career Adaptability Among Students and Emerging Professionals: A Systematic Literature Review Aqsal Falevi Harahap; Mohammad Fakhruddin Mudzakkir; Mhd. Zamal Nasution
Advances In Social Humanities Research Vol. 4 No. 8 (2026): Advances In Social Humanities Research
Publisher : Sahabat Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/adv.v4i8.602

Abstract

Rapid technological change, organizational transformation, and labor market uncertainty have increased the importance of career adaptability for students and emerging professionals preparing to enter dynamic work environments. This study aims to identify, evaluate, and synthesize empirical evidence on psychological, learning-related, and behavioral factors associated with career adaptability. A systematic literature review was conducted using the PRISMA 2020 framework. Sixteen peer-reviewed empirical studies published between 2022 and 2026 were selected based on predetermined eligibility criteria and analyzed through narrative synthesis across three domains: psychological factors, learning-related factors, and behavioral factors. The findings indicate that psychological resources are the most consistently examined determinants of career adaptability, particularly psychological capital, self-efficacy, resilience, mindfulness, basic psychological needs, and career decision-making self-efficacy. Career decision-making self-efficacy frequently functions as a mediating mechanism linking individual or contextual resources to adaptive career outcomes. Learning agility, career exploration, career coping, and readiness for change also contribute to adaptive development, although direct empirical evidence remains comparatively limited. The review concludes that career adaptability is shaped by interconnected psychological, learning-related, and behavioral resources. Future research should examine these factors simultaneously within integrated empirical models to strengthen career development interventions for individuals transitioning into changing professional environments characterized by increasingly complex and competitive labor markets.