Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Belajar Dalam Kegiatan Keputrian SMA DA Dini Permana Sari; Siti Husnul Chotimah
Educate : Journal of Education and Learning Vol. 4 No. 1 (2026): Educate : Journal of Education and Learning
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/educate.v4i1.1489

Abstract

Motivasi belajar pada siswi Muslim dalam kegiatan keputrian SMA DA merupakan salah satu aspek penting, yang memiliki karakteristik unik dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan ilmu pengetahuan modern,  melalui kreatifitas yang diberikan oleh Guru, dan Kakak-kakak Mentor yang membimbingnya.  Tulisan ini membahas faktor internal, dan eksternal yang mempengaruhi motivasi belajar siswi muslim, yang meliputi aspek filsafat Pendidikan Islam, lingkungan sekolah, peran guru, dukungan keluarga, dan pengaruh kegiatan Keputrian.  Tujuan dari penelitian ini adalah penulis ingin mengetahui Faktor-faktor tersebut,  agar dapat bermanfaat,  dengan mengindentifikasi, mengarahkan,  menentukan strategi yang efektif. Teknik pengumpulan  data menggunakan observasi, wawancara, survey, dan analisis dokumen.  Subyek penelitian ini dipilih dengan menggunakan teknik sampling, probability sampling dengan simple random sampling, dengan jumlah sampel 118  siswi muslim, dari kelas X,  kelas XI, dan kelas XII dalam kegiatan Keputrian di SMA DA.  Survey menggunakan skala motivasi belajar di Keputrian untuk mengetahui Tingkat motivasi belajarnya.   Data  motivasi belajar  dalam keputrian SMA DA   diperoleh   menggunakan   metode   angket   yang   disebarkan   secara online,  dari faktor  yang mempengaruhi motivasi belajar  dalam Keputrian, dan  dikumpulkan melalui wawancara dan angket,  dengan menggunakan google form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa. Persentase motivasi belajar siswi Muslim SMA DA rata-rata tinggi.   Faktor yang paling tinggi adalah faktor  intrinsik,  dengan indikator sangat tinggi yaitu memiliki Harapan dan Cita-cita Masa Depan,  dan Hasrat, dan keinginan belajar dari dalam.
Pembentukan Karakter Remaja Melalui Punishment dan Reward Titi Ulin Nuha; Dini Permana Sari
Taqrib : Journal of Islamic Studies and Education Vol. 4 No. 1 (2026): Taqrib : Journal of Islamic Studies and Education
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/taqrib.v4i1.1510

Abstract

Pendidikan karakter merupakan fondasi esensial dalam membentuk individu yang berakhlak mulia. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), metode pembentukan karakter seringkali melibatkan penanaman nilai-nilai moral yang didukung oleh mekanisme pengendalian perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam efektivitas dan implementasi metode Reward (penghargaan) dan Punishment (hukuman) sebagai instrumen pedagogis dalam membentuk dan menginternalisasi karakter positif pada remaja. Fokus utama adalah mengukur sejauh mana kedua pendekatan ini, yang berakar pada prinsip targhīb (motivasi/janji kebaikan) dan tarhīb (ancaman/peringatan), mampu membentuk kesadaran moral, disiplin, dan tanggung jawab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi literatur (library research), mengkaji berbagai sumber primer dan sekunder, termasuk literatur PAI kontemporer, kajian psikologi pendidikan Islam, dan jurnal-jurnal terkait. Data dianalisis melalui teknik analisis konten untuk mengidentifikasi pola-pola konseptual, landasan teologis, serta argumen pro dan kontra mengenai penerapan punishment dan reward dalam pendidikan karakter remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Reward (penghargaan) memiliki korelasi positif yang kuat dalam meningkatkan motivasi intrinsik dan penguatan perilaku positif ( akhlak mahmūdah). Sebaliknya, penggunaan Punishment (hukuman) harus dilakukan dengan sangat bijaksana, non-fisik, edukatif, dan proporsional untuk menghindari trauma atau resistensi, serta harus berorientasi pada perbaikan (ta'dīb) bukan penghinaan. Dalam kerangka PAI, kedua mekanisme ini harus diposisikan sebagai alat bantu yang bersinergi untuk menumbuhkan self-control dan kesadaran bahwa segala tindakan memiliki konsekuensi di dunia dan akhirat. Karakter remaja yang terbentuk meliputi kedisiplinan, kejujuran, dan tanggung jawab sosial. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Reward dan  Punishment dan merupakan dualitas metode yang efektif dalam PAI untuk membentuk karakter remaja, asalkan penerapannya didasarkan pada prinsip-prinsip Islam yang humanis dan edukatif. Keberhasilan implementasi terletak pada keseimbangan, konsistensi, dan keteladanan pendidik, memastikan bahwa tujuan utamanya adalah pembentukan akhlak mulia dan kesalehan personal secara berkelanjutan.
The Challenges of Islamic Literacy of Madrasah Ibtidaiyah Students From the Perspective of the Study of Islamic Education Philosophy Moh Nasep; Dini Permana Sari
Jurnal Pendidikan Agama Islam Indonesia (JPAII) Vol. 6 No. 4 (2025): December
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/jpaii.v6i4.2445

Abstract

Purpose of the study: This study aims to analyze the challenges of Islamic literacy among Madrasah Ibtidaiyah (MI) students from the perspective of Islamic educational philosophy, emphasizing the interrelation between basic literacy skills, learning processes, and the support provided by family and school environments. Methodology: Employing an explanatory sequential mixed-method design, the quantitative phase involved administering Islamic literacy tests and questionnaires to 127 students in grades 5 and 6, followed by qualitative data collection through interviews, observations, and documentation to deepen the analysis. Main Findings: The findings indicate that students’ Islamic literacy levels fall within the moderate category, with particularly low performance in reading hijaiyah letters and understanding the meanings of Islamic texts. Additional inhibiting factors include the predominance of lecture-based teaching, limited use of varied learning media, low student reading interest, and insufficient literacy facilities both at home and in the madrasah. Parental support was also found to be limited, resulting in inconsistent literacy habits. From the standpoint of Islamic educational philosophy, these conditions reflect a significant gap between the ideal goal of forming the insan kamil and the actual literacy competencies of students, which have not yet been integrated across cognitive, spiritual, and moral dimensions. Novelty/Originality of this study: This study underscores the need to strengthen a comprehensive Islamic literacy ecosystem by enhancing pedagogical strategies, improving literacy facilities, and fostering family–school collaboration to support the formation of Islamic character from an early age.
Efektivitas Teknik Differential Reinforcement of Alternative Behavior Menggunakan Squishy terhadap Perilaku Mengelupas Kulit Bibir Mahasiswa Mutiara Farasya Adinda Adinda; Hadriyatini Aprilia Aisyah Putri Putri; Dini Permana Sari; Nurkharimah Vielayaty
Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jipbs.v4i1.1485

Abstract

Salah satu perilaku maladaptif yang sering muncul pada mahasiswa yaitu kebiasaan mengelupas kulit bibir. Perilaku ini termasuk dalam Self-Injury dan body-focused repetitive behavior (BFRB) yang biasa dilakukan secara berulang, terutama individu merasa bosan, cemas atau kurang terlibat dalam aktivitas tertentu.Permasalahan ini ditemukan pada mahasiswa berusia 18 tahun yang memiliki kebiasaan mengelupas kulit bibir dalam aktivitas sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penerapan teknik differential reinforcement of alternative behavior (DRA) dalam menurunkan frekuensi perilaku mengelupas kulit bibir dengan menggunakan squishy sebagai perilaku alternatif. Metode yang digunakan adalah single subject design dengan pemantauan perilaku secara berkelanjutan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara semi terstruktur, dan self-report untuk mencatat frekuensi perilaku harian. Penerapan intervensi dilakukan dengan memberikan penguatan positif pada perilaku alternatif yaitu memainkan squishy saat dorongan mengelupas kulit bibir muncul. berdasarkan hasil pemantauan, ditemukan adanya penurunan frekuensi pada perilaku mengelupas kulit bibir setelah melakukan intervensi. Hasil ini menunjukkan bahwa teknik differential reinforcement of alternative behavior (DRA) dengan menggunakan squishy dapat membantu mengurangi kebiasaan mengelupas kulit bibir.
Efektivitas Reinforcement Positif dan Sleep Hygiene terhadap Perilaku Tidur Larut Malam Rheesma Silvian Sudarsono; Andi Nadya Aulia; Dini Permana Sari; Nurkharimah Vielayaty
Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 4 No. 2 (2026): Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jipbs.v4i2.1506

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas intervensi modifikasi perilaku menggunakan reinforcement positif yang dikombinasikan dengan penerapan sleep hygiene dalam menurunkan perilaku tidur larut malam pada dewasa muda. Tidur larut malam merupakan permasalahan perilaku yang umum terjadi dan berkaitan dengan penurunan fungsi akademik serta kesejahteraan psikologis. Penelitian ini menggunakan desain single-case dengan durasi intervensi selama dua minggu. Perilaku target didefinisikan sebagai tidur sebelum pukul 23.00 WIB, dengan kriteria keberhasilan berupa penurunan frekuensi tidur larut malam sebesar 50%. Reinforcement positif berupa jajan kesukaan subjek diberikan menggunakan jadwal Fixed Ratio-1 (FR-1) setiap kali perilaku target tercapai. Data dikumpulkan melalui self-report harian waktu tidur dan dianalisis secara deskriptif menggunakan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada minggu pertama intervensi, perilaku tidur larut malam masih terjadi sebanyak tiga kali sehingga kriteria keberhasilan belum tercapai. Namun, pada minggu kedua frekuensi tidur larut malam menurun menjadi dua kali dan memenuhi target keberhasilan yang telah ditetapkan. Temuan ini menunjukkan bahwa reinforcement positif yang diberikan secara konsisten, disertai modifikasi antecedent melalui sleep hygiene, efektif dalam menurunkan perilaku tidur larut malam. Meskipun demikian, fluktuasi jam tidur masih ditemukan sehingga diperlukan strategi lanjutan untuk membentuk kebiasaan tidur yang lebih stabil.
Efektivitas Kombinasi Positive Reinforcement dan Differential Reinforcement of Alternative Behavior (DRA) terhadap Pagophagia pada Mahasiswa Dewasa Awal Diva Ananta; Dini Permana Sari; Nurkharimah Vielayaty
Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jipbs.v4i1.1513

Abstract

Pagophagia merupakan perilaku mengonsumsi es batu secara berulang tanpa kebutuhan fisiologis yang dapat berkembang menjadi perilaku maladaptif. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas positive reinforcement dengan pendekatan Differential Reinforcement of Alternative Behavior (DRA) dalam menurunkan perilaku makan es batu pada mahasiswa dewasa awal. Penelitian menggunakan desain single subject experimental. Data dikumpulkan melalui pencatatan frekuensi perilaku selama fase baseline tujuh hari dan fase intervensi empat belas hari. Intervensi dilakukan dengan pemberian positive reinforcement setiap tiga hari sekali. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan analisis visual. Hasil menunjukkan penurunan frekuensi perilaku makan es batu selama fase intervensi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa positive reinforcement berbasis DRA efektif dalam menurunkan pagophagia pada konteks non klinis.  
Reinforcement Tangible dan Sosial sebagai Strategi Peningkatan Kepatuhan Olahraga Mahasiswa Alban Hogantara; Aqila Putri Amelda; Dini Permana Sari; Nurkharimah Vielayaty
Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 4 No. 2 (2026): Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jipbs.v4i2.1514

Abstract

Inaktivitas fisik di kalangan mahasiswa sering kali diperburuk oleh tuntutan akademik dan kurangnya gratifikasi instan dari kegiatan olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan frekuensi olahraga pada seorang mahasiswa yang mengalami penurunan motivasi akibat kesibukan kuliah. Menggunakan pendekatan modifikasi perilaku berbasis Operant Conditioning, penelitian ini menerapkan intervensi Positive Reinforcement yang mengkombinasikan penguatan sosial (pujian verbal) dan penguatan nyata/tangible (hadiah berupa kopi) yang diberikan segera setelah sesi latihan berakhir. Intervensi dilakukan selama dua minggu dengan jadwal tiga kali seminggu (Jumat, Sabtu, dan Minggu), sedangkan hari Senin hingga Kamis ditetapkan sebagai hari istirahat. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepatuhan (adherence) mencapai 100%, di mana subjek berhasil menyelesaikan seluruh sesi yang dijadwalkan. Gratifikasi segera yang diberikan melalui hadiah kopi, diperkuat dengan pujian sosial, terbukti sangat efektif dalam mengatasi resistensi awal berupa rasa malas pada subjek. Meskipun demikian, temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun reinforcer nyata efektif untuk perubahan perilaku jangka pendek, pemeliharaan perilaku jangka panjang memerlukan transisi bertahap menuju motivasi intrinsik untuk mencegah ketergantungan pada hadiah eksternal.