p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Serina Abdimas
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERAN ANALISIS BREAK EVEN POINT (BEP) DALAM MENINGKATKAN PROFITABILITAS USAHA DONAT MOCHI “DONAÉ” Michelle Paramitha Erawan; Herni Kurniawati
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i4.37302

Abstract

The culinary sector is one of the business fields that continues to show significant growth and has promising profit opportunities. However, in order to survive and thrive in the midst of increasingly fierce competition, business actors are required to have the ability to manage finances carefully and efficiently. One method that can be used as a tool in the financial decision-making process is Break Even Point (BEP) analysis. This analysis has an important role in helping business people understand the relationship between costs, sales volume, and profit levels, so that the minimum sales limit needed so that the business does not experience losses can be determined.This research focuses on the application of BEP analysis to the Donaé culinary business, which offers a mainstay product in the form of mochi donuts. Through the application of this analysis, business owners can gain a deeper understanding of the production cost structure, appropriate pricing strategies, and expected profit projections. The results show that the proper use of the BEP method can support the financial planning process, cost control, and increase business profitability. In addition, this study also discusses relevant managerial strategies to strengthen competitiveness and maintain business sustainability. Thus, the results of this study not only contribute to the management of Donaé, but can also be a reference for other culinary businesses in optimizing financial performance and making more strategic decisions. Sektor kuliner merupakan salah satu bidang usaha yang terus menunjukkan pertumbuhan signifikan dan memiliki peluang keuntungan yang menjanjikan. Meskipun demikian, agar mampu bertahan dan berkembang di tengah kompetisi yang semakin ketat, pelaku usaha dituntut untuk memiliki kemampuan dalam mengelola keuangan secara cermat dan efisien. Salah satu metode yang dapat dijadikan alat bantu dalam proses pengambilan keputusan keuangan adalah analisis Break Even Point (BEP) atau titik impas. Analisis ini memiliki peranan penting dalam membantu pelaku bisnis memahami keterkaitan antara biaya, volume penjualan, serta tingkat laba, sehingga dapat diketahui batas minimum penjualan yang diperlukan agar usaha tidak mengalami kerugian. Penelitian ini menitikberatkan pada penerapan analisis BEP pada usaha kuliner Donaé, yang menawarkan produk andalan berupa mochi donat. Melalui penerapan analisis tersebut, pemilik usaha dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai struktur biaya produksi, strategi penetapan harga yang sesuai, serta proyeksi keuntungan yang diharapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode BEP secara tepat mampu mendukung proses perencanaan keuangan, pengendalian biaya, serta peningkatan profitabilitas bisnis. Selain itu, kajian ini juga membahas strategi manajerial yang relevan untuk memperkuat daya saing serta menjaga keberlanjutan usaha. Dengan demikian, hasil studi ini tidak hanya memberikan kontribusi bagi pengelola Donaé, tetapi juga dapat menjadi rujukan bagi pelaku usaha kuliner lainnya dalam mengoptimalkan kinerja keuangan dan pengambilan keputusan yang lebih strategis.
PENGARUH KUALITAS BAHAN BAKU TERHADAP PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI DONAT MOCHI DONAÉ Febrianeva Xarisa; Herni Kurniawati
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i4.37303

Abstract

The Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) program in the field of Entrepreneurship is a platform for students to hone their skills and potential through direct experience in running business activities. This activity supports the implementation of the Student Creativity Program (PKM), particularly in the Entrepreneurship category, which is one of the driving forces for students to produce valuable and innovative products. One form of implementation is the creation of mochi donuts, a culinary innovation that combines the softness of traditional donuts with the chewiness of Japanese mochi. The purpose of this study is to examine how the quality of raw materials affects the cost of goods manufactured (COGM) and the quality of mochi donuts. This study uses a combined method, namely a qualitative approach through direct observation of the production process and a quantitative approach by calculating and comparing the COGM between the use of retail raw materials and premium materials. The analysis results show that the use of premium ingredients causes an increase in COGS of 10.63%, from IDR 488,213 to IDR 540,097 for 60 pieces of product, or from IDR 8,138 to IDR 9,001 per piece. Although production costs increased, the mochi donuts produced were of better quality, with a softer texture, natural aroma, and more stable taste. With a selling price of Rp15,000 per piece, premium products still provide greater profits and increase business competitiveness. Therefore, the use of high-quality raw materials has been proven to provide economic added value while strengthening the product's position in market. Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) bidang Kewirausahaan merupakan wadah bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan dan potensi melalui pengalaman langsung dalam menjalankan kegiatan usaha. Kegiatan ini juga mendukung pelaksanaan Program Kretivitas Mahasiswa (PKM), khususnya dalam kategori Kewirausahaan, yang menjadi salah satu pendorong bagi mahasiswa dalam menghasilkan produk bernilai dan inovatif. Salah satu bentuk pelaksanaannya adalah pembuatan donat mochi, sebuah inovasi kuliner yang memadukan kelembutan donat tradisional dengan kekenyalan mochi khas Jepang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menelaah bagaimana kualitas bahan baku memengaruhi harga pokok produksi (HPP) serta mutu dari produk donat mochi. Penelitian ini menggunakan metode gabungan, yaitu pendekatan kualitatif melalui observasi langsung terhadap proses produksi, dan pendekatan kuantitatif dengan melakukan perhitungan serta perbandingan HPP antara penggunaan bahan baku eceran dan bahan premium. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan bahan premium menyebabkan peningkatan HPP sebesar 10,63%, yaitu dari Rp488.213 menjadi Rp540.097 untuk 60 potong produk, atau dari Rp8.138 menjadi Rp9.001 per potong. Walaupun biaya produksi meningkat, donat mochi yang dihasilkan memiliki kualitas lebih baik, dengan tekstur yang lebih lembut, aroma alami, dan rasa yang lebih stabil. Dengan harga jual Rp15.000 per buah, produk berbahan premium tetap memberikan keuntungan yang lebih besar serta meningkatkan daya saing usaha. Oleh karena itu, penggunaan bahan baku berkualitas tinggi terbukti mampu memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus memperkuat posisi produk di pasar.
PELATIHAN PENGHITUNGAN HARGA POKOK PENJUALAN DALAM MENETAPKAN HARGA JUAL BARANG DAGANG PADA SISWA-SISWI SMK SANDIKTA Herni Kurniawati; Gracia Agatha Widjaja; Angelina
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i4.37308

Abstract

ABSTRACT The Community Service Program (PKM) organized by the Team aimed to assist students at SMK Sandikta Bekasi in learning accounting economics, especially in calculating the Cost of Goods Sold to determine the appropriate selling price of products. The Cost of Goods Sold refers to the expenses incurred in producing or obtaining goods and services that are later sold, which plays an important role in calculating company profits. Determining the correct selling price is essential because it must cover production costs, additional markups, and provide reasonable profits for the business. The PKM activities used both primary and secondary data sources. Primary data were obtained directly from SMK Sandikta through interviews with teachers and the principal regarding students’ understanding of accounting economics and product pricing. Meanwhile, secondary data were collected from books, journals, and internet sources that supported the implementation of the PKM program. The PKM activities were conducted through direct visits to educational institutions and interactive sessions with students. The results of this PKM contributed to the author’s participation in a national seminar and the publication of an article in the national journal Pengabdian Masyarakat. Additional outputs included a poster that received an Intellectual Property Rights certificate and a product report published in SINTA-indexed publications successfully. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan oleh tim bertujuan membantu siswa SMK Sandikta Bekasi mempelajari ilmu ekonomi akuntansi, khususnya dalam menghitung Harga Pokok Penjualan agar mampu menentukan harga jual produk secara tepat. Harga Pokok Penjualan merupakan biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi atau memperoleh barang maupun jasa yang kemudian dijual dan menjadi dasar penting dalam menghitung keuntungan perusahaan. Penetapan harga jual harus mampu menutupi biaya produksi, markup, serta memberikan laba yang wajar bagi pelaku usaha. Data primer dalam kegiatan PKM diperoleh langsung dari SMK Sandikta melalui wawancara bersama guru dan kepala sekolah terkait pemahaman siswa mengenai ekonomi akuntansi dan penentuan harga jual produk. Sementara itu, data sekunder diperoleh dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, dan internet yang mendukung pelaksanaan PKM. Kegiatan PKM dilakukan dengan mengunjungi institusi pendidikan dan melaksanakan pembelajaran interaktif bersama siswa. Hasil dari kegiatan PKM ini menghasilkan partisipasi penulis sebagai pemakalah dalam seminar nasional serta artikel yang dipublikasikan pada jurnal nasional Pengabdian Masyarakat. Selain itu, luaran tambahan yang dihasilkan berupa poster dengan sertifikat Hak Kekayaan Intelektual serta laporan produk yang berhasil dipublikasikan pada jurnal terindeks SINTA secara nasional. Melalui kegiatan ini, siswa memperoleh pemahaman lebih baik mengenai perhitungan biaya produksi, strategi penetapan harga, dan pentingnya pengelolaan keuangan usaha Program PKM juga diharapkan mampu meningkatkan keterampilan praktis siswa sehingga dapat diterapkan dalam kegiatan kewirausahaan maupun dunia kerja di masa mendatang.