The local culinary industry represents a business sector with strong growth potential and profitability. In this context, flavor innovation and consumer preferences play a crucial role in shaping competitiveness and long-term sustainability. This article examines the role of flavor innovation and the product differentiation in a culinary enterprise specializing in beef and fish meatballs filled with cheese and offered in unique flavor variations, namely original broth and laksa broth. By aligning the product development with consumer preferences, the business seeks to create added value that distinguishes its offerings in the competitive local culinary industry. Drawing on sales data and consumer feedback, this discussion highlights the relationship between innovative flavor choices and the perceived value of bakso products in the market. The result discussion highlights that continuous flavor innovation, combined with a deep understanding of local consumer preferences, can enhance market appeal and strengthen business positioning. In addition, this article explores various strategies that culinary entrepreneurs can apply to develop flavor innovations and create added value, thereby improving competitiveness and profitability. It is hoped that through this article, both new and existing entrepreneurs in the local culinary industry can adopt innovation-based strategies to meet consumer needs while promoting sustainable business growth. Industri kuliner lokal merupakan sektor usaha yang memiliki potensi pertumbuhan dan profitabilitas yang tinggi. Dalam konteks ini, inovasi rasa dan preferensi konsumen menjadi faktor penting dalam membentuk daya saing serta keberlanjutan usaha. Artikel ini membahas peran inovasi rasa dan diferensiasi produk pada sebuah usaha kuliner yang berfokus pada bakso sapi dan ikan isi keju dengan varian kuah unik, yaitu kuah kaldu original dan kuah laksa. Dengan menyesuaikan pengembangan produk terhadap preferensi konsumen, usaha ini berupaya menciptakan nilai tambah yang mampu membedakan produknya di tengah ketatnya persaingan industri kuliner lokal. Berdasarkan pada data penjualan dan umpan balik konsumen, pembahasan ini menunjukkan adanya hubungan antara inovasi rasa dengan nilai yang dirasakan pada produk bakso di pasar. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa inovasi rasa yang dilakukan secara berkelanjutan, dengan memahami selera dan preferensi konsumen lokal, mampu meningkatkan daya tarik pasar serta memperkuat posisi usaha. Selain itu, artikel ini juga membahas berbagai strategi yang dapat diterapkan oleh pelaku usaha kuliner untuk mengembangkan inovasi rasa dan menciptakan nilai tambah, sehingga dapat meningkatkan daya saing sekaligus profitabilitas. Diharapkan melalui artikel ini, para wirausahawan baru maupun yang sudah berjalan di industri kuliner lokal dapat menerapkan strategi berbasis inovasi untuk memenuhi kebutuhan konsumen sekaligus mendorong pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.