In a construction project, there are three main factors that are closely related, namely cost, quality, and time. In this paper, we will review the changes in pile caps in the X housing project in Karang Tengah to determine their impact on scheduling. Scheduling is the process of determining the time and sequence of activities in a project and combining them to produce the desired output. One important component in the construction of a structure is the pile cap, which is a structural element placed on piles and transmits the load from the upper structure to the pile foundation which is useful as a connection between the piles and the building structure. Design changes in pile caps often occur due to changes in the floor plan that impact the scheduling of the planned work. The method used in this paper includes data collection, consultation with contractors, field observations, volume comparisons before and after design changes in pile caps, including observing the S curve. Based on field data, the use of pile cap types increased from using 8 types to 10 types, resulting in a 3-week delay in pile cap work. The problem was handled well by the contractor by adding labor and changing the work method, namely by working on houses per unit until completion so that they can proceed to the next job. Thus, the results of the construction progress have returned to following the planned schedule in the 14th week. Pada suatu proyek konstruksi ada 3 faktor utama yang sangat berkaitan yaitu biaya, mutu dan waktu. Dalam penulisan ini akan ditinjau pada perubahan pilecap di proyek perumahan X di karang tengah untuk mengetahui dampaknya kepada penjadwalan. Penjadwalan adalah proses penentuan waktu dan urutan kegiatan dalam proyek serta penggabungannya untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan. Salah satu komponen penting dalam pembangunan struktur adalah pilecap, yaitu elemen struktural yang diletakkan di atas tiang pancang dan meneruskan beban dari struktur atas ke pondasi tiang yang bermanfaat sebagai penghubung tiang pancang dengan struktur bangunan. Perubahan desain pada pilecap biasa sering terjadi akibat perubahan denah yang berdampak ke penjadwalan pekerjaan yang sudah direncanakan. Metode yang digunakan dalam penulisan ini menyertai pengumpulan data-data, konsultasi dengan kontraktor, pengamatan dilapangan, perbandingan volume sebelum dan sesudah perubahan desain pada pilecap, disertakan dengan memerhatikan kurva S. Berdasarkan data di lapangan, penggunaan tipe pilecap bertambah yang berawal dari menggunakan 8 tipe menjadi 10 tipe, sehingga berakibat pada pekerjaan pilecap yang mengalami keterlambatan selama 3 minggu. Masalah ditangani dengan baik oleh kontraktor dengan menambahkan tenaga kerja dan perubahan pada metode kerja yaitu dengan pengerjaan rumah per unit sampai tuntas agar bisa lanjut ke pekerjaan selanjutnya. Dengan demikian, hasil progres pembangunan sudah kembali mengikuti jadwal rencana pada minggu ke 14.