Kemampuan berpikir kreatif matematis merupakan kompetensi penting abad ke-21 yang belum berkembang optimal akibat dominasi pembelajaran berbasis prosedur rutin dan jawaban tunggal. Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa pendekatan open-ended efektif dalam memunculkan kreativitas matematis siswa, namun studi-studi tersebut masih tersebar dengan konteks dan metodologi yang beragam sehingga belum tersedia kajian sintesis yang komprehensif untuk periode 2021–2026. Penelitian ini hadir untuk mengisi kesenjangan tersebut melalui sintesis sistematis terhadap 14 artikel ilmiah peer-reviewed menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) berbasis protokol PRISMA pada Google Scholar dan Semantic Scholar. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan open-ended konsisten efektif terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa jenjang SMP dan SMA, dengan kelancaran dan keluwesan sebagai indikator yang paling konsisten berkembang, sementara keaslian dan keterincian cenderung hanya muncul pada siswa berkemampuan tinggi. Efektivitas ini dipengaruhi faktor internal seperti self-concept matematis positif dan rasa ingin tahu, serta faktor eksternal berupa integrasi media inovatif, model CTL, maupun konteks budaya lokal melalui etnomatematika. Kajian ini juga mengungkap kelemahan metodologis sehingga penelitian mendatang perlu menggunakan desain yang lebih kuat dengan instrumen yang konsisten mencakup keempat indikator berpikir kreatif. Temuan ini memberikan bukti empiris terkini sebagai landasan pengembangan pembelajaran matematika kreatif sesuai tuntutan abad ke-21.