Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Morphological Analysis of Medical Terminology in Conference Abstracts for ESP Reference Sherly Arwinda; Muhammad Rizky Rochmawan
Journal of English Language and Education Vol 11, No 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jele.v11i3.2314

Abstract

Mastery of medical terminology is a crucial competency in international scientific communication, especially in abstract writing that demands high information density. However, many health academics still face challenges in utilizing the productivity of affixation to build precise medical terms. This study aims to identify the morphological structure of medical terms, compare their frequency of occurrence, and formulate pedagogical references for teaching English for Specific Purposes (ESP). This descriptive qualitative study uses content analysis method on a data corpus consisting of abstracts of International Conference on Health Practice and Research (ICHPR) in 2024 and 2025. Medical terms are dissected based on word-building theory to identify patterns of prefixes, roots, and suffixes. The analysis involves multi-step coding process where terms are validated against medical lexicons to ensure accuracy in identifying the derivatives. The findings show the dominance of the terms Hypertension (39 times) and Tuberculosis (15 times) as a consistent research focus. A shift in terminology trends from mental health issues (such as Schizophrenia) in 2024 to chronic physical issues (such as Pulmonary and Myofascial) in 2025 was also identified. The productivity patterns of derivational suffixes (such as -al, -ary, -ic) and pathological affixes (such as -itis, -osis) were proven to be the main instruments in the condensation of clinical meaning. Pedagogically, these results provide a reference list of priority vocabulary based on a real corpus that English lecturers can use to increase the morphological awareness of health students in facing global publications.
Edukasi Diet Berbasis Health Belief Model sebagai Upaya Pencegahan Kekambuhan pada Penderita Gastritis Akub Selvia; Sri Puguh K; Ni Luh Putu A; Sherly Arwinda
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v9i1.604

Abstract

Gastritis merupakan masalah kesehatan yang sering dijumpai di masyarakat dan memiliki angka kekambuhan yang tinggi, terutama akibat pola makan yang tidak teratur dan pemilihan makanan yang tidak sesuai. Upaya pencegahan kekambuhan gastritis memerlukan pendekatan edukasi yang tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan diet gastritis melalui edukasi diet berbasis Health Belief Model sebagai upaya pencegahan kekambuhan gastritis. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan dengan pendekatan perilaku yang mencakup persepsi kerentanan, persepsi keseriusan, persepsi manfaat, persepsi hambatan, isyarat untuk bertindak, dan efikasi diri. Kegiatan dilaksanakan pada anggota PKK di Kecamatan Mijen dengan jumlah peserta sebanyak 25 orang. Pengukuran kepatuhan diet dilakukan menggunakan kuesioner kepatuhan diet gastritis berbasis Health Belief Model. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta berada pada kategori kepatuhan diet sedang hingga tinggi setelah mengikuti edukasi. Peserta menunjukkan peningkatan kesadaran terhadap risiko kekambuhan gastritis serta manfaat penerapan pola makan yang teratur dan pemilihan makanan yang aman bagi lambung. Hambatan dalam penerapan diet masih ditemukan, terutama terkait kebiasaan konsumsi makanan pedas dan keterbatasan waktu makan, namun peserta menunjukkan efikasi diri yang baik untuk melakukan perubahan perilaku. Edukasi berbasis Health Belief Model terbukti mampu meningkatkan motivasi dan komitmen peserta dalam menerapkan diet gastritis secara lebih konsisten. Simpulan dari kegiatan ini adalah edukasi diet berbasis Health Belief Model efektif dalam meningkatkan kepatuhan diet sebagai upaya pencegahan kekambuhan gastritis di tingkat komunitas dan berpotensi untuk diterapkan secara berkelanjutan melalui peran kader kesehatan.