Popi Sopiah
Universitas Pendidikan Indonesia, Jawa Barat, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Scoping Review: Efektivitas Intradialytic Exercise terhadap Blood Pressure pada Pasien Hemodialisa Nafa Alda Khaerunnisa; Popi Sopiah; Ria Inriyana
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI) Vol 6 No 3 (2026): Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/joki.v6i3.5070

Abstract

Ketidakseimbangan tekanan darah selama sesi hemodialisis, yang bermanifestasi sebagai hipotensi atau hipertensi intradialisis, merupakan komplikasi umum yang memperburuk kondisi penyakit ginjal kronis (PGK) dan meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas kardiovaskular pada pasien PGK. Latihan intradialisis, suatu intervensi non-farmakologis, semakin banyak diteliti potensinya untuk menstabilkan tekanan darah selama dialisis. Namun, belum ada tinjauan sistematis yang memetakan efektivitasnya di berbagai protokol atau mengkaji mekanismenya terhadap tekanan darah pada pasien hemodialisis. Scoping review ini memetakan bukti yang tersedia mengenai efektivitas latihan intradialisis, karakteristik berbagai protokol terapi, dan mengkaji mekanisme yang memengaruhi tekanan darah pada pasien hemodialisis dari studi yang ada. Pencarian attikel dilakukan di database PubMed, ScienceDirect, Semantic Scholar, dan Google Scholar dengan kata kunci Intradialytic Exercise, Blood Pressure, Hemodialysis. Pemetaan bukti menunjukkan bahwa latihan intradialisis secara positif menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada pasien hemodialisis. Protokol meliputi latihan ROM dan resistensi 2-3 sesi/minggu selama 4-12 minggu. Mekanisme yang mendasarinya meliputi peningkatan curah jantung dan aliran balik vena, peningkatan fungsi endotel melalui pelepasan oksida nitrat, modulasi sistem saraf otonom, dan stabilisasi volume intravaskular selama dialisis. Latihan ini muncul sebagai intervensi keperawatan komplementer yang aman, dan efektif untuk menstabilkan tekanan darah pada pasien hemodialisis.
Korelasi Obesitas, Kadar Gula Darah, dan Stres dengan Kejadian Hipertensi pada Wanita Dewasa Widya Nuraeni; Popi Sopiah; Ria Inriyana; Ida Nurhidayah
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI) Vol 6 No 3 (2026): Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/joki.v6i3.5108

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi masalah kesehatan global dan banyak dialami oleh wanita dewasa. Faktor risiko seperti obesitas, kadar gula darah tinggi, dan stres diduga berperan dalam peningkatan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara obesitas, kadar gula darah, dan stres dengan kejadian hipertensi pada wanita dewasa di wilayah kerja Puskesmas Sumedang Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 198 wanita dewasa berusia 18–59 tahun yang memiliki riwayat hipertensi, dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data diperoleh melalui pengukuran tekanan darah, indeks massa tubuh (IMT), kadar gula darah sewaktu, dan tingkat stres menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale-10 (PSS-10). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara obesitas, kadar gula darah, dan tingkat stres dengan kejadian hipertensi (p>0,05). Variasi data yang sempit dan homogenitas responden diduga menjadi penyebab utama tidak munculnya korelasi. Meskipun demikian, secara teori ketiga faktor tersebut tetap memiliki potensi dalam memengaruhi tekanan darah melalui mekanisme fisiologis dan psikologis.
Korelasi Chronotype dan Stres Akademik dengan Risiko Hipertensi pada Siswa Sekolah Menengah Atas Ratih Agustina; Popi Sopiah; Ria Inriyana; Iyos Sutresna
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI) Vol 6 No 4 (2026): Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/joki.v6i4.5192

Abstract

Hipertensi pada remaja kini menjadi isu yang sering ditemukan dan berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang terhadap kardiovaskular. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan chronotype dan stres akademik dengan risiko hipertensi pada remaja di SMAN 1 Kibin. Studi kuantitatif dengan desain cross-sectional ini melibatkan 258 siswa yang dipilih melalui metode probability sampling. Instrumen yang digunakan meliputi Composite Scale of Morningness (CSM), Perception of Academic Stress Scale (PASS), dan kuesioner risiko hipertensi yang disebar melalui gform. Analisis dilakukan menggunakan uji Spearman’s rho untuk menilai hubungan antara variabel independen dengan dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian responden yaitu 40.3% memiliki kategori evening type, 44.2% responden mengalami stres akademik tinggi, dan 39.5% responden termasuk risiko tinggi mengalami hipertensi. Terdapat hubungan yang signifikan antara chronotype dengan risiko hipertensi dengan p=0.000 (p<0.05), nilai koefisien korelasi sebesar r=0.301 menunjukkan hubungan yang lemah. Stres akademik juga memiliki hubungan signifikan dengan risiko hipertensi dengan p=0.000 (p<0.05) dan nilai korelasi koefisien sebesar r=0.252 termasuk dalam kekuatan lemah. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan pola tidur dan stres akademik pada remaja sebagai upaya pencegahan risiko hipertensi sejak dini. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi sekolah, tenaga kesehatan, orang tua, dan peneliti selanjutnya dalam merancang program promotif dan preventif yang lebih terarah.