Iyos Sutresna
Universitas Pendidikan Indonesia, Jawa Barat, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Korelasi Chronotype dan Stres Akademik dengan Risiko Hipertensi pada Siswa Sekolah Menengah Atas Ratih Agustina; Popi Sopiah; Ria Inriyana; Iyos Sutresna
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI) Vol 6 No 4 (2026): Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/joki.v6i4.5192

Abstract

Hipertensi pada remaja kini menjadi isu yang sering ditemukan dan berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang terhadap kardiovaskular. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan chronotype dan stres akademik dengan risiko hipertensi pada remaja di SMAN 1 Kibin. Studi kuantitatif dengan desain cross-sectional ini melibatkan 258 siswa yang dipilih melalui metode probability sampling. Instrumen yang digunakan meliputi Composite Scale of Morningness (CSM), Perception of Academic Stress Scale (PASS), dan kuesioner risiko hipertensi yang disebar melalui gform. Analisis dilakukan menggunakan uji Spearman’s rho untuk menilai hubungan antara variabel independen dengan dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian responden yaitu 40.3% memiliki kategori evening type, 44.2% responden mengalami stres akademik tinggi, dan 39.5% responden termasuk risiko tinggi mengalami hipertensi. Terdapat hubungan yang signifikan antara chronotype dengan risiko hipertensi dengan p=0.000 (p<0.05), nilai koefisien korelasi sebesar r=0.301 menunjukkan hubungan yang lemah. Stres akademik juga memiliki hubungan signifikan dengan risiko hipertensi dengan p=0.000 (p<0.05) dan nilai korelasi koefisien sebesar r=0.252 termasuk dalam kekuatan lemah. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan pola tidur dan stres akademik pada remaja sebagai upaya pencegahan risiko hipertensi sejak dini. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi sekolah, tenaga kesehatan, orang tua, dan peneliti selanjutnya dalam merancang program promotif dan preventif yang lebih terarah.