Alfiatus Sangadah
Universitas Islam Negeri Prof. K.H Saifuddin Zuhri Purwokerto

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PROGRAM ANTI-BULLYING DI SMK MUHAMMADIYAH BOBOTSARI PURBALINGGA Alfiatus Sangadah; Suparjo
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 6 No 6 (2026): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/miji.v6i6.613

Abstract

Fenomena bullying di lingkungan pendidikan masih menjadi permasalahan yang memerlukan perhatian serius karena berdampak pada perkembangan sosial, emosional, dan akademik peserta didik. Penelitian ini ber tujuan untuk mendeskripsikan proses internalisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Is lam dalam program anti-bullying serta menganalisis faktor pendukung dan peng hambat pelaksanaannya di SMK Muhammadiyah Bobotsari. Metode kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data meliputi ob servasi, wawancara, dan dokumentasi. Sementara triangulasi sumber dan teknik digunakan untuk menilai kebenaran data, analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kes impulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam dalam program anti-bullying dilaksanakan melalui keteladanan guru, penanaman nilai dalam pembelajaran dan interaksi sehari-hari, sosialisasi serta pelatihan teman sebaya, pembiasaan budaya religius, dan pembentukan kesadaran diri peserta didik. Berdasarkan teori internalisasi Muhaimin, proses tersebut telah melalui tiga tahapan, yaitu transformasi nilai, transaksi nilai, dan transinternalisasi nilai.Nilai-nilai yang diinternalisasikan meliputi tasamuh (toleransi), ukhuwah (persaudaraan). Internalisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam dalam program anti-bullying berperan penting dalam membentuk karakter religius dan perilaku sosial peserta didik sehingga tercipta lingkungan sekolah yang aman, harmonis, dan kondusif.