Kurangnya penguasaan teknik lay up shoot pada siswa terlihat masih cukup menonjol dalam pembelajaran bola basket di sekolah. Situasi tersebut tampaknya berkaitan dengan proses belajar yang lebih banyak dikendalikan guru sehingga ruang siswa untuk mencoba, mengeksplorasi gerakan, dan memahami teknik dasar belum berjalan maksimal. Kondisi itu membuat sebagian siswa kurang percaya diri saat melakukan tahapan gerakan lay up shoot, terutama pada koordinasi langkah, lompatan, dan pelepasan bola. Pembelajaran berbasis proyek kemudian diterapkan pada siswa kelas X SMK Negeri 5 Ambon sebagai upaya menciptakan suasana belajar yang lebih aktif dan tidak monoton. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas dengan dua siklus yang masing-masing memuat tahap persiapan, penerapan tindakan, pengamatan, dan evaluasi reflektif. Sebanyak 20 siswa terlibat dalam kegiatan ini. Pengumpulan data dilakukan melalui tes keterampilan, observasi aktivitas belajar, serta dokumentasi selama proses berlangsung, kemudian diolah menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Perubahan hasil belajar terlihat cukup signifikan, dari ketuntasan 55% pada siklus pertama hingga mencapai 100% pada siklus kedua. Peningkatan tersebut tampaknya dipengaruhi oleh keterlibatan siswa yang lebih aktif selama pembelajaran PJBL berlangsung. Aktivitas proyek memberi kesempatan kepada siswa untuk berlatih secara langsung, berdiskusi, sekaligus memperbaiki kesalahan gerak secara bertahap sehingga teknik lay up shoot dapat dilakukan lebih baik dibanding sebelumnya. Model Project Based Learning terlihat cukup membantu proses pembelajaran bola basket karena suasana belajar menjadi lebih partisipatif, kontekstual, dan mudah dipahami siswa.