Nurul Chalisa Majiding
State University of Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Literasi Digital, Self-Efficacy, Dan Entrepreneurial Mindset Terhadap Intensi Kewirausahaan Digital Mahasiswa Sri Utami; Ambarwati Akib; Nurul Chalisa Majiding
Jurnal Administrasi Bisnis Vol. 6 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jab.v6i1.12669

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi digital, self-efficacy, dan entrepreneurial mindset terhadap intensi kewirausahaan digital mahasiswa Jurusan Ilmu Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori, melibatkan 150 mahasiswa sebagai responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital, self-efficacy, dan entrepreneurial mindset berpengaruh positif dan signifikan terhadap intensi kewirausahaan digital mahasiswa. Self-efficacy muncul sebagai prediktor terkuat, diikuti entrepreneurial mindset dan literasi digital, meskipun seluruh variabel memiliki effect size yang kecil. Model simultan ketiga variabel mampu menjelaskan 31,2% variasi intensi kewirausahaan digital, sementara sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi kompetensi digital dan faktor psikologis dalam membangun niat kewirausahaan digital mahasiswa.
Praktik Cash Flow Management Mahasiswa dalam Penggunaan Pembayaran Digital Nurul Chalisa Majiding
Jurnal Akuntansi Nommensen Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL AKUNTANSI NOMMENSEN
Publisher : Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51622/jan.v5i1.3287

Abstract

This study aims to understand students’ cash flow management practices in the use of digital payments. The focus is directed at how students manage income, allocate expenses, monitor balances, use transaction histories, and control spending through e-wallets, QRIS, mobile banking, and other digital payment instruments. This study employs a descriptive qualitative approach involving active undergraduate students from six universities in Makassar City. Informants were selected using purposive sampling based on the criterion of being active users of digital payments. Data were collected through in-depth interviews, limited documentation, and a simple financial diary. The simulated findings indicate that digital payments have become part of students’ financial habits, particularly for food, transportation, academic needs, online shopping, and peer-to-peer transfers. Students’ cash flow management practices remain simple, informal, and mostly reactive. Students control their spending by limiting e-wallet balances, checking transaction histories, and postponing non-priority purchases. However, repeated small transactions, promotions, cashback offers, social pressure, and easy top-ups often lead to cash flow leakage. This study emphasizes that digital payments can function as a financial control tool when supported by adequate digital financial literacy and self-control.
EKSPLORASI PENCATATAN PENDAPATAN MELALUI PLATFORM PESAN ANTAR DIGITAL DAN QRIS PADA UMKM KULINER DI KABUPATEN MAROS Nurul Chalisa Majiding
Jurnal Akuntansi Nommensen Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL AKUNTANSI NOMMENSEN
Publisher : Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51622/jan.v5i1.3289

Abstract

Pembayaran digital dan platform pesan antar makanan memperluas kanal penjualan UMKM kuliner, tetapi juga menimbulkan tantangan akuntansi karena nilai penjualan bruto, potongan platform, Merchant Discount Rate (MDR), dan dana settlement dapat berbeda. Artikel ini bertujuan mengeksplorasi pencatatan pendapatan UMKM kuliner pengguna platform pesan antar digital dan QRIS di Kabupaten Maros. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus multipel melalui wawancara semi terstruktur, observasi nonpartisipan, dan pemeriksaan terbatas dokumen transaksi yang diizinkan informan. Analisis dilakukan secara tematik refleksif dan lintas kasus dengan SAK EMKM sebagai alat analisis, bukan audit kepatuhan. Hasil penelitian menunjukkan pola pencatatan pada sepuluh UMKM kuliner yang menjadi informan. Pola menunjukkan bahwa transaksi digital telah umum digunakan, tetapi mayoritas usaha hanya mencatat dana bersih yang diterima, belum memisahkan potongan platform atau MDR, dan masih mencampurkan dana usaha dengan dana pribadi. Karena itu, artikel merekomendasikan format pencatatan berbasis kanal dan rekonsiliasi berkala. Kebaruan penelitian terletak pada penempatan digitalisasi sebagai persoalan informasi akuntansi, bukan hanya adopsi pembayaran atau pemasaran digital.