Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Menstrual leave for female workers in Indonesia from the perspective of SDGs 3, 5, and 8 Dhiyaa Thurfah Ilaa; Rona Agustin
Priviet Social Sciences Journal Vol. 6 No. 6 (2026): June 2026
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v6i6.1930

Abstract

This study’s purpose is to explore the implementation of menstrual leave policy for female workers in Indonesia linked it through the perspective of Sustainable Development Goals, specifically goal 3 of SDG: Good Health & Well-Being, goal 5 of SDG: Gender Equality, and goal 8 of SDG: Decent Work & Economic Growth). Menstrual leave rights for female workers in Indonesia have been regulated by Law, however there are significant gaps on the implementation. By using qualitative approach through semi-structured interviews with female workers in Indonesia, this study identified four main themes: knowledge & awareness of menstrual leave rights, implementation variations of menstrual leave rights at workplaces, organizational culture & workplace support of women’s reproductive issues, and perception of productivity & appreciation of female workers. The results show that there is indeed a gap in the implementation of menstrual leave amongst the informants, with different reasons. The informants believe that menstrual leave can help with their physical and mental health, and built inclusivity and equality in their workplaces. This finding also confirms that for female workers in Indonesia, the support for their reproductive health at work can give positive contributions towards their work productivity.
Local food diversification in the Free Nutritious Meal Program: A development communication and SDGs perspective Rona Agustin; Dhiyaa Thurfah Ilaa; Dhiya Alfiyyah Ansar
Priviet Social Sciences Journal Vol. 6 No. 6 (2026): June 2026
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v6i6.1931

Abstract

Indonesia possesses abundant food biodiversity; however, its national food system remains highly dependent on rice and imported wheat-based products, limiting food diversification and increasing its vulnerability to global crises and climate change. The Free Nutritious Meal Program has emerged as a strategic policy to improve nutritional outcomes and promote the utilization of local food resources. This study aimed to analyze local food diversification within the Free Nutritious Meal Program from the perspectives of development communication and Sustainable Development Goals (SDGs). This study employed a descriptive qualitative approach using a literature review. Data were collected from scientific journals, government policy documents, official reports, and relevant publications published between 2015 and 2025. Data analysis was conducted using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the success of local food diversification depends not only on food production and distribution systems but also on policy communication, media framing, nutritional education, community participation, and institutional support. The program has significant potential to contribute to SDG 2 (Zero Hunger), SDG 3 (Good Health and Well-Being), SDG 12 (Responsible Consumption and Production), and SDG 15 (Life on Land). This study contributes to the literature by integrating local food diversification, development communication, the Free Nutritious Meal Program, and SDGs perspectives into a single analytical framework. This study highlights the importance of participatory and sustainable communication strategies in transforming local food into a competitive and sustainable national food identity.
Pemanfaatan Artificial Intellegence dalam Proses Produksi Video Berita di Tirto.id Vivin Lizetha; Elok Kharismatul Ula; Rona Agustin
JUSTICE: Journal of Social and Political Science Vol 5 No 1 (2026): JUSTICE: Journal of Social and Political Science
Publisher : JUSTICE Journal Of Social and Political Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/t633hz37

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence  (AI) membawa perubahan yang cukup besar dalam praktik  produksi video berita. Media yang digunakan dalam penelitian  ini adalah Tirto.id, salah satu media yang menyajikan berita  online serta melakukan update berita di akun media sosialnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pemafaatan  AI dalam proses produksi video berita di Tirto.id. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui wawancara mendalam dengan editor Tirto.id, serta melakukan observasi pada hasil video berita di akun media social resminya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tirto.id menggunakan AI sebagai alat untuk mentranskrip wawancara dengan aplikasi yang bernama TurboScribe. Selain itu juga menggunakan ChatGPT untuk clear typo dalam naskah. Dalam penulisan naskah penggunaan AI masih minim, karena mementingkan kode etik dalam jurnalis.
Strategi Komunikasi Pemasaran Melalui Product Placement Merek Kopiko dalam Drama Korea Surely Tomorrow Rona Agustin; Elok Kharismatul Ula; Vivin Lizetha
JUSTICE: Journal of Social and Political Science Vol 5 No 1 (2026): JUSTICE: Journal of Social and Political Science
Publisher : JUSTICE Journal Of Social and Political Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/csrshs12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis product placement sebagai strategi komunikasi iklan melalui penempatan merek Kopiko dalam drama Korea Surely Tomorrow. Perkembangan industri media digital mendorong pengiklan untuk memanfaatkan bentuk iklan non-konvensional yang terintegrasi ke dalam narasi hiburan, salah satunya melalui product placement. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi terhadap adegan-adegan yang menampilkan produk Kopiko dalam beberapa episode. Analisis dilakukan dengan menelaah konteks naratif, dialog, visualisasi produk, serta interaksi antarkarakter yang merepresentasikan makna merek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penempatan produk Kopiko dilakukan secara berulang dengan menonjolkan aspek visual kemasan dan manfaat fungsional, seperti sebagai penghilang kantuk dan penunjang fokus. Melalui keterlibatan karakter utama, merek ditampilkan sebagai bagian dari aktivitas kerja sehari-hari, sehingga membangun asosiasi makna produktivitas dan energi. Namun demikian, pada salah satu episode ditemukan ketidakkonsistenan pesan, ketika kopi digambarkan berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan, sementara Kopiko yang pada kemasannya mengklaim sebagai real coffee diposisikan sebagai alternatif. Kondisi ini menimbulkan ambiguitas makna yang berpotensi melemahkan kejelasan pesan merek. Penelitian ini menyimpulkan bahwa product placement efektif dalam meningkatkan eksposur merek dan membangun kedekatan simbolik dengan audiens, tetapi keberhasilannya sangat bergantung pada konsistensi narasi dan keselarasan pesan dengan identitas merek.
Perilaku Produser dalam Menghadapi Disrupsi Artificial Intelligence pada Produksi Berita Televisi di BTV Vivin Lizetha; Rona Agustin; Elok Kharismatul Ula
Translitera : Jurnal Kajian Komunikasi dan Studi Media Vol 15 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/translitera.v15i1.5665

Abstract

Kemunculan Artificial Intelligence (AI) membuat berbagai sektor mulai memperhitungkan keberadaannya karena membawa dampak signifikan, khususnya di industri media massa. Media massa, khususnya televisi menjadi salah satu sektor yang mengalami transformasi besar-besaran akibat integrasi teknologi AI. Dalam konteks ini, produser televisi sebagai ujung tombak konten berita televisi menghadapi tantangan baru terutama pada saat proses produksi program. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perilaku produser dalam merespons disrupsi AI pada proses produksi konten berita di BTV. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Proses pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi, dan kajian literatur. Adapun informan penelitian ini yakni dua orang produser BTV. Hasil penelitian ini memperlihatkan bagaimana AI tidak dapat menggantikan peran manusia sebagai "nyawa" dalam produksi konten berita di BTV. Meskipun AI mampu memberikan efektivitas dalam proses produksi, namun proses verifikasi adalah kunci yang dijalankan oleh produser untuk menjaga keakuratan sebuah informasi yang disampaikan kepada khalayak.