Udik Pudjianto
Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Propinsi Jawa Timur

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Klasifikasi Pemanfaatan Ekstrak Bunga Sepatu Menggunakan Naïve Bayes dan Word Cloud Nia Saurina; Khansa Tsabita Aqila; Alya Shafira Azizah; Udik Pudjianto
Jurnal Informatika: Jurnal Pengembangan IT Vol 11, No 2 (2026)
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/jpit.v11i2.10045

Abstract

 Hibiscus flower extract (Hibiscus rosa-sinensis L.) has been widely studied and utilized in various fields. Nevertheless, a structured depiction of its utilization patterns based on existing scientific literature remains unavailable. This study seeks to systematically map and examine the primary focus areas of hibiscus flower extract usage by employing Word Cloud visualization alongside Naïve Bayes classification techniques. The core dataset consisted of research abstracts retrieved from Google Scholar, PubMed, and ScienceDirect over the past ten years. Additionally, data from social media platforms (Twitter/TikTok) were gathered as a supplementary source to capture public perceptions. All collected texts underwent preprocessing steps including stopword removal and stemming prior to analysis. The resulting Word Cloud highlighted the most prominent terms: "hibiscus flower," "extract," "antimicrobial," "natural dye," "cosmetics," "antioxidant," "antibacterial," "skin care," and "medicinal plant"—findings that were further supported by high classification probabilities derived from the Naïve Bayes model. When evaluating three Naïve Bayes kernels in combination with Word Cloud visualization, the Multinomial Naïve Bayes  using a 90:10 training-to-testing data split achieved optimal performance, yielding an accuracy of 88.42%, precision of 87.91%, recall of 88.15%, and an F1-score of 88.03%. Moreover, the Word Cloud revealed that the "Health" category dominated academic discussions (42%), featuring keywords such as herbal, blood pressure, and antioxidant. This was followed by the "Research" category (35%) with terms like extract, test, and flavonoid, and the "Beauty" category (23%) focusing on skin, mask, and anti-aging—identifying a promising direction for future research.
Studi Literatur Kompetensi Guru PAUD Mengintegrasikan Keterampilan 4C pada Pembelajaran Berbasis Proyek Nia Saurina; Udik Pudjianto; Lestari Retnawati; Noven Indra Prasetya
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 8, No 5 (2026): In Progress
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v8i5.9374

Abstract

Kesenjangan antara kesadaran guru akan pentingnya keterampilan 4C (Critical Thinking, Creativity, Collaboration, Communication) dan kemampuan operasional untuk mengintegrasikannya dalam Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) menjadi tantangan utama dalam PAUD. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menganalisis skenario pembelajaran PjBL yang dapat menjadi model konkret untuk menutup kesenjangan kompetensi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan tahap analisis kebutuhan berdasarkan studi literatur dan desain produk. Skenario pembelajaran dirancang untuk tema "Hujan" dengan menggunakan media loose parts bahan alam, yang kemudian dianalisis secara kualitatif untuk menguji kelayakan dan keterkaitannya dengan kerangka 4C serta indikator RPPH yang operasional. Dihasilkan sebuah skenario pembelajaran PjBL lima tahap yang terstruktur (Pemantik, Perencanaan, Pelaksanaan, Presentasi, Refleksi) beserta contoh indikator RPPH yang spesifik dan teramati untuk setiap aspek 4C. Analisis menunjukkan bahwa skenario ini secara efektif mengatasi perencanaan deklaratif dengan indikator perilaku yang tertanam di setiap fase, menyeimbangkan integrasi 4C melalui eksperimen dan pemecahan masalah nyata, serta menyediakan kerangka penilaian proses yang terstruktur melalui observasi perilaku. Penggunaan loose parts berfungsi sebagai katalisator multidimensi yang mendorong inkuiri, kolaborasi, dan ekspresi kreatif anak