Siti Nurmala
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN PENGASUHAN RESPONSIF ORANG TUA DALAM MENUMBUHKAN EMPATI ANAK USIA DINI Siti Nurmala; Esya Anesty Mashudi
Preschool : Jurnal Perkembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 2 (2026): Preschool : Jurnal Perkembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/pres.v7i2.39631

Abstract

Perkembangan sosial dan emosional merupakan aspek fundamental dalam pendidikan anak usia dini karena menjadi dasar bagi kemampuan anak dalam berinteraksi,mengelola emosi, serta membangun hubungan sosial yang positif. Salah satu kemampuan sosial-emosional yang penting dikembangkan sejak dini adalah empati. Empati tidak berkembang secara alami, melainkan dipengaruhi oleh kualitas interaksi anak dengan lingkungan terdekatnya, terutama keluarga. Orang tua sebagai figur pengasuh utama memiliki peran strategi dalam menumbuhkan empati anak melalui pola pengasuhan yang diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pengasuhan responsif orang tua dalam menumbuhkan empati anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi Pustaka (library study ) terhadap berbagai sumber literatur ilmiah yang relevan, seperti buku dan artikel jurnal nasional maupun internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengasuhan responsif, yang ditandai dengan kepekaan terhadap kebutuhan emosional anak, respon yang cepat dan tepat, kehangatan interaksi, serta konsistensi pola pengasuhan, berperan penting dalam mendukung perkembangan emosi dan empati anak. Pengasuhan secara responsif juga mendorong munculnya perilaku prososial, seperti berbagi, menolong, dan peduli terhadap orang lain. Dengan demikian, pengasuhan orang tua yang responsif mempunyai kontribusi yang signifikan dalam membentuk kemampuan empati anak usia dini sebagai dasar perkembangan sosial-emosional pada tahap selanjutnya.