Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektivitas Pelaksanaan Program Dana Desa di Desa Sungai Ara Kecamatan Pelalawan Kabupaten Pelalawan Tahun 2024 Fajar Dwi Rahayu; Zulkarnaini Zulkarnaini
Journal of Law, Education and Business Vol. 4 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v4i1.8355

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran Dana Desa sebagai instrumen utama dalam mengatasi ketimpangan pembangunan antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Desa Sungai Ara, sebagai salah satu penerima alokasi anggaran yang cukup besar, menghadapi tantangan dalam merealisasikan seluruh anggaran yang direncanakan, di mana pada tahun 2024 terdapat selisih realisasi sebesar 23% dari rencana anggaran keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelaksanaan program Dana Desa di Desa Sungai Ara serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat proses tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan informan kunci (Kepala Desa, Perangkat Desa, dan masyarakat), serta dokumentasi terkait laporan APBDes dan RKPDes. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pelaksanaan program Dana Desa di Desa Sungai Ara secara keseluruhan cukup efektif dalam aspek perencanaan dan ketepatan menentukan pilihan program yang didasarkan pada musyawarah dusun (Musdus). Ketepatan perhitungan biaya dilakukan melalui survei lapangan dan sinergi dengan pendamping desa untuk memastikan transparansi. Namun, pelaksanaan program masih menghadapi kendala pada aspek keberlanjutan pasca-proyek, di mana masyarakat merasa kurang mendapatkan sosialisasi mengenai perawatan hasil pembangunan. Faktor penghambat utama meliputi keterlambatan pencairan dana dari tingkat kabupaten, keterbatasan kualitas sumber daya manusia dalam pengelolaan administratif yang kompleks, serta kurangnya sosialisasi intensif kepada masyarakat.