Kanker serviks masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat meskipun program deteksi dini melalui metode IVA telah tersedia. Di Puskesmas Rokan IV Koto I, cakupan deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA pada tahun 2025 masih sangat rendah, yaitu sebesar 0,9% dan belum mencapai target nasional sebesar 100%. Penelitian ini menggunakan model pendekatan George C. Edward III dan model implementasi Van Meter dan Van Horn. Penelitian bertujuan untuk menganalisis implementasi program deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA di Puskesmas Rokan IV Koto I Kabupaten Rokan Hulu tahun 2026. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan sebanyak 20 orang. Triangulasi digunakan pada sumber, metode, dan data. Hasil penelitian menunjukkan Pelaksanaan Program Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Metode IVA telah dilaksanakan sesuai dengan Permenkes Nomor 29 Tahun 2017 melalui komunikasi berjenjang dari dinas kesehatan hingga masyarakat, didukung oleh sumber daya manusia, sarana prasarana, serta pendanaan dari BLUD. Pelaksana program memiliki sikap positif dengan koordinasi yang berjalan melalui struktur birokrasi yang jelas. Pelaksanaan program masih terkendala kebijakan daerah, keterbatasan pelatihan bidan dan kader, cakupan pemeriksaan rendah (0,9%), serta faktor sosial, budaya, dan ekonomi yang menurunkan partisipasi wanita usia subur. Strategi utama yang disarankan adalah community engagement, melakukan upaya kolaboratif dengan pendekatan pentahelix serta adanya kebijakan pemerintah daerah untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA.