Amara Andini
Universitas Jambi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Pelestarian Tradisi Ajun Arah Sebagai Penguatan Civic Culture Warganegara Muda Di Desa Tanjung Pauh Mudik Kabupaten Kerinci Amara Andini; Alif Aditya Candra; Nurmalia Dewi
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.241

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya partisipasi warga negara muda dalam pelestarian tradisi Ajun Arah di Desa Tanjung Pauh Mudik, Kabupaten Kerinci. Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi, generasi muda cenderung lebih tertarik pada budaya modern dibandingkan tradisi lokal. Padahal, tradisi Ajun Arah mengandung nilai-nilai penting seperti gotong royong, musyawarah, tanggung jawab, dan kebersamaan yang berperan dalam penguatan civic culture. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pelestarian tradisi Ajun Arah sebagai penguatan civic culture pada warga negara muda serta mengidentifikasi faktor penyebab rendahnya partisipasi pemuda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Informan penelitian terdiri atas tokoh adat, pemuda, dan masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelestarian tradisi Ajun Arah dilakukan melalui pelestarian fungsional, dokumentatif, dan edukatif. Tradisi ini masih dijalankan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat, namun keterlibatan warga negara muda masih tergolong rendah. Nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Ajun Arah, seperti musyawarah, gotong royong, dan tanggung jawab sosial, terbukti dapat memperkuat civic culture warga negara muda. Faktor penghambat partisipasi pemuda meliputi pengaruh globalisasi, rendahnya minat generasi muda, kurangnya sosialisasi dari tokoh adat, serta tidak adanya kewajiban yang mengikat pemuda untuk terlibat dalam tradisi. Oleh karena itu, pelestarian tradisi Ajun Arah perlu dilakukan secara inovatif melalui pendidikan, sosialisasi, dan pemanfaatan media sosial agar tetap lestari serta relevan sebagai sarana penguatan civic culture di era modern.