Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Satire Sebagai Kritik Sosial Pada Lirik Lagu “Tidak Diberi Tulang” Karya Kuburan Band Ahmad Nur Cahyo; Rafika Rasdin; Andi Anugrah Batari Fatimah
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.301

Abstract

Penelitian ini menginterprestasikan gaya bahasa satire pada lirik lagu “Tidak Diberi Tulang” karya Kuburan Band. Penelitian ini menggunakan pendekatan semantik kognitif. Penelitian ini menggunakan pendekatan sastra untuk menganalisis bahasa, simbolisme, dan tema yang terkandung dalam lagu tersebut sebagai bentuk kritik sosial yang relevan dengan kondisi masyarakat dan juga menggunakan pendekatan semantik kognitif digunakan untuk   mengungkapkan makna yang tersembunyi/implisit di balik penggunaan kata dan frasa dalam lirik lagu sebagai wadah kritik sosial di masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode agih yang pertama dimulai dengan penerapan teknik dasar bagi unsur langsung dan dilanjutkan dengan Teknik lanjutan berupa teknik perluas. Hasil penelitian menunjukkan terdapat kata dan frasa yang mengandung majas satire. Pendekatan semantik kognitif difungsikan untuk membantu menampakkan kognisi grup musik Kuburan Band yang kritis dan memiliki gaya tersendiri. Gaya Bahasa satire yang digunakan oleh Kuburan Band berfungsi untuk sarana kritik sosial yang ditujukkan kepada orang orang yang tidak tulus, munafik dan opportunis terhadap suatu hal. Gaya Bahasa ini disajikan secara komunikatif dan menawan dalam karya musik.
MODEL EDUKASI ANTI-NARKOBA MELALUI PELATIHAN DESAIN POSTER BAGI SISWA SMP Ahmad Nur Cahyo; Andi Anugrah Batari Fatimah; Rafika Rasdin
SWADIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 4, No 2 (2026): SWADIMAS EDISI JULI 2026 (IN PRESS)
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/swadimas.vol4no2.1274

Abstract

Drug abuse among adolescents, particularly junior high school students, is becoming a growing concern in Indonesia. The spread of drugs among students is often driven by unhealthy social influences, ignorance about the harmful effects of drugs, and increasingly easy access through social media and digital platforms. To address this issue, a Community Service (PKM) program titled "Educational Training in Anti-Drug Poster Making Among Junior High School Students" was held at Anugrah Tondano Junior High School. The program aimed to raise students' awareness and understanding of the dangers of drugs through the creation of creative, educational posters. The training involved seventh, eighth, and ninth-grade students in sessions on drugs and their impacts, followed by training on creating "Anti-Drug" posters. The results of this activity demonstrated that students not only understood information about drugs but also actively participated in conveying prevention messages through the visual media they created. This activity is expected to serve as a model for other school-level drug prevention programs.Penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja, khususnya siswa SMP, semakin menjadi perhatian serius di Indonesia. Penyebaran narkoba di kalangan pelajar sering kali disebabkan oleh pengaruh lingkungan sosial yang tidak sehat, ketidaktahuan mengenai dampak buruk narkoba, serta akses yang semakin mudah melalui media sosial dan platform digital. Untuk menangani permasalahan ini, Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang berjudul "Pelatihan Edukatif dalam Pembuatan Poster Anti-Narkoba di Kalangan Siswa SMP" dilaksanakan di SMP Anugrah Tondano. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa tentang bahaya narkoba dengan cara yang kreatif dan edukatif melalui pembuatan poster. Pelatihan ini melibatkan siswa kelas VII, VIII, dan IX dalam sesi pemberian materi tentang narkoba dan dampaknya, diikuti dengan pelatihan pembuatan poster bertema "Anti-Narkoba". Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa siswa tidak hanya memahami informasi tentang narkoba tetapi juga berpartisipasi aktif dalam penyampaian pesan pencegahan melalui media visual yang mereka buat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model bagi program pencegahan narkoba lainnya di tingkat sekolah.