Drug abuse among adolescents, particularly junior high school students, is becoming a growing concern in Indonesia. The spread of drugs among students is often driven by unhealthy social influences, ignorance about the harmful effects of drugs, and increasingly easy access through social media and digital platforms. To address this issue, a Community Service (PKM) program titled "Educational Training in Anti-Drug Poster Making Among Junior High School Students" was held at Anugrah Tondano Junior High School. The program aimed to raise students' awareness and understanding of the dangers of drugs through the creation of creative, educational posters. The training involved seventh, eighth, and ninth-grade students in sessions on drugs and their impacts, followed by training on creating "Anti-Drug" posters. The results of this activity demonstrated that students not only understood information about drugs but also actively participated in conveying prevention messages through the visual media they created. This activity is expected to serve as a model for other school-level drug prevention programs.Penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja, khususnya siswa SMP, semakin menjadi perhatian serius di Indonesia. Penyebaran narkoba di kalangan pelajar sering kali disebabkan oleh pengaruh lingkungan sosial yang tidak sehat, ketidaktahuan mengenai dampak buruk narkoba, serta akses yang semakin mudah melalui media sosial dan platform digital. Untuk menangani permasalahan ini, Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang berjudul "Pelatihan Edukatif dalam Pembuatan Poster Anti-Narkoba di Kalangan Siswa SMP" dilaksanakan di SMP Anugrah Tondano. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa tentang bahaya narkoba dengan cara yang kreatif dan edukatif melalui pembuatan poster. Pelatihan ini melibatkan siswa kelas VII, VIII, dan IX dalam sesi pemberian materi tentang narkoba dan dampaknya, diikuti dengan pelatihan pembuatan poster bertema "Anti-Narkoba". Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa siswa tidak hanya memahami informasi tentang narkoba tetapi juga berpartisipasi aktif dalam penyampaian pesan pencegahan melalui media visual yang mereka buat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model bagi program pencegahan narkoba lainnya di tingkat sekolah.