Anusirman Anusirman
Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Implementasi Program Cek Kesehatan Gratis Di Puskesmas Koto Baru Kecamatan Singingi Hilir Kabupaten Kuantan Singingi Tahun 2026 Vidia Putri Maharani; Hetty Ismainar; Kiswanto Kiswanto; Jasrida Yunita; M Dedi Widodo; Anusirman Anusirman
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.383

Abstract

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas bertujuan meningkatkan akses layanan kesehatan, namun realisasinya baru mencapai 40%. Rendahnya partisipasi ini mengindikasikan adanya hambatan pada aspek komunikasi, informasi, serta kesenjangan antara tujuan program dengan implementasi di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program CKG di Puskesmas dengan fokus pada faktor sumber daya, komunikasi, disposisi pelaksana, struktur birokrasi, serta pengaruh lingkungan sosial, ekonomi, dan politik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap Informan Utama (pengelola program/nakes) dan Informan Pendukung (Lurah, tokoh masyarakat, pasien). Teknik analisis data meliputi coding tematik, axial coding, selective coding, serta triangulasi sumber data untuk validitas hasil. Temuan menunjukkan adanya krisis kuantitas SDM yang menyebabkan beban kerja ganda (double job) dan burnout petugas. Secara infrastruktur, terjadi defisit ruang privat dan instabilitas stok logistik medis. Komunikasi masih bersifat tradisional dengan ketergantungan tinggi pada peran kader. Hambatan birokrasi terletak pada inefisiensi pelaporan digital, sementara hambatan lingkungan mencakup biaya transportasi bagi warga miskin serta dukungan politik yang masih bersifat administratif-simbolis. Puskesmas perlu melakukan analisis beban kerja untuk penambahan tenaga, menyediakan ruang pemeriksaan khusus, dan diversifikasi media sosialisasi digital. Pemerintah daerah disarankan menyederhanakan sistem pelaporan (satu meja) serta memberikan dukungan anggaran operasional lapangan yang riil guna menekan hambatan biaya akses bagi masyarakat.