Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh intensitas penggunaan Instagram terhadap Fear of Missing Out (FoMO) pada Generasi Z di Jakarta Selatan. Lokasi penelitian dipilih karena Jakarta Selatan merupakan kawasan urban dengan mobilitas sosial tinggi, gaya hidup kompetitif, dan penetrasi media sosial yang intens, sehingga relevan untuk mengkaji dampak psikologis penggunaan Instagram. Penelitian ini mengisi celah dari studi sebelumnya yang masih bersifat umum dan belum berfokus pada Instagram serta kelompok dewasa awal di wilayah urban. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei eksplanatori yang melibatkan 204 partisipan berusia 18–27 tahun. Pengambilan data dilaksanakan secara daring menggunakan kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, dengan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,744 untuk variabel intensitas penggunaan Instagram serta 0,911 untuk variabel FoMO. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif, uji korelasi Pearson, serta uji regresi linear sederhana. Temuan menunjukkan bahwa intensitas penggunaan Instagram dan tingkat FoMO responden tergolong tinggi. Uji korelasi Pearson memperlihatkan hubungan positif yang signifikan antara intensitas penggunaan Instagram dan FoMO dengan koefisien korelasi 0,623 (p < 0,001). Hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan bahwa intensitas penggunaan Instagram berpengaruh positif dan signifikan terhadap FoMO dengan kontribusi sebesar 38,8% (R² = 0,388). Implikasinya, peningkatan literasi digital dan kesadaran akan dampak psikologis media sosial sangat diperlukan bagi generasi muda di lingkungan perkotaan.