Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kadar enzim Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT) dan Serum Glutamic Pyruvate Transaminase (SGPT) pada ayam broiler yang diberi ekstrak biji durian (Durio zibethinus L.) di bawah kondisi cekaman panas. Ekstrak biji durian diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, fenol, polifenol, tanin, saponin, dan alkaloid, serta vitamin C, vitamin E, dan mineral esensial. Kandungan tersebut berfungsi sebagai antioksidan alami dan sumber multivitamin yang mampu mendukung sistem imun, menjaga fungsi fisiologis, serta meningkatkan ketahanan tubuh unggas. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima kelompok perlakuan dan lima ulangan. Kelompok perlakuan terdiri atas: P0 yaitu ayam broiler yang dipelihara dalam kondisi cekaman panas dengan pemberian 0,0 mL/L ekstrak biji durian; P1 yaitu cekaman panas dengan 1,0 mL/L ekstrak biji durian; P2 yaitu cekaman panas dengan 1,5 mL/L ekstrak biji durian; P3 yaitu cekaman panas dengan 2,0 mL/L ekstrak biji durian; dan P4 yaitu cekaman panas dengan 2,5 mL/L ekstrak biji durian. Sampel darah diambil setelah periode perlakuan, dan kadar SGOT serta SGPT diukur di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak biji durian tidak berpengaruh signifikan terhadap kadar SGPT ayam broiler (P>0,05). Namun, kadar SGOT bervariasi antar kelompok, dengan nilai tertinggi terdapat pada P0. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak biji durian tidak bersifat hepatotoksik dan dapat digunakan sebagai alternatif antioksidan dan multivitamin. Temuan ini mendukung pemanfaatan ekstrak biji durian sebagai sumber antioksidan alami dan multivitamin yang berperan dalam mengurangi ketergantungan pada multivitamin sintetis tanpa memberikan dampak negatif pada fungsi hati.